Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Kemenhub Sediakan Tiga Bus untuk Perantau Minang di Jakarta Mudik Gratis

Jumat, 25 Mei 2018

Ilustrasi arus mudik sejumlah ruas jalan menuju Sumbar. (Foto:Tribunpekanbaru)

PADANG-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan tiga bus angkutan lebaran secara gratis untuk perantau Sumatera Barat (Sumbar) yang berada di Jakarta dan ingin mudik ke kampung halamannya di Ranah Minang.

"Ketiga bus itu sudah penuh, namun saya gak tahu berapa kuotanya. Nanti H-5 Lebaran bus tersebut akan berangkat dari Jakarta menuju Sumbar," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran, Jumat (25/5/2018) sore.

Dinas Perhubungan Sumbar, nantinya akan menyambut kedatangan ketiga bus yang pengangkut perantau tersebut di Solok, bersama sejumlah dinas kabupaten dan kota di Sumbar. "Penyambutannya akan dilakukan di H-3 Lebaran, kami bersama rombongan nantinya akan menyambut perantau Minang yang ada di Jakarta itu di Terminal Bareh Solok," ujarnya.

Penyedian bus gratis ini merupakan program Mudik Gratis Kemenhub untuk 32 kota. Dalam program ini, Dirjen Perhubungan Darat menyediakan sebanyak 1.130 bus mudik. Selain bus mudik, Dirjen juga menyediakan 70 truk untuk program mudik motor gratis Lebaran 2018.

"Sumbar hanya dapat tiga bus, karena Kemenhub lebih memprioritaskan di Jawa. Sebenarnya Sumbar hampir gak kebagian, tapi setelah kami memohon ke Balai Pengelola Transportasi Daratm akhirnya kebagian tiga unit bus," ujarnya.

Amran menuturkan, selain angkutan darat gratis, nantinya di Sumbar juga akan ada transportasi laut gratis yang disediakan PT Semen Padang bekerjasama dengan Pelni Sabuk Nusantara. "Untuk rute perjalannnya, Padang-Mentawai dan sebaliknya. Jadi masyarakat Padang yang ada di Mentawai ataupun yang di Mentawai berada di Padang bisa memanfaatkan transpotasi laut ini secara gratis untuk berlebaran di kampung halaman masing-masing," urainya.

Di sisi lain, Amran memprediksi, pada Lebaran 2018 ini jumlah pemudik di Sumbar akan turun 6-10 persen dibandingkan tahun lalu. Karena lebaran tahun ini bertabrakan dengan tahun ajaran baru sekolah dan perguruan tinggi.

Tentunya, menurut Amran, masyarakat Minang yang ada di perantauan tentu lebih mengutamakan kebutuhan pendidikan anak-anaknya dibandingkan harus pulang kampung. Apalagi saat ini ekonomi perantau Minang, khususnya pedagang mengalami penurunan.

"Ini disebabkan, karena usaha perantau Minang yang mayoritas sebagai pedagang, mengalami penurunan jual beli akibat lemahnya daya beli masyarakat. Sehingga perantau tak punya kesiapan materi yang cukup untuk mudik," tukasnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber:Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus