Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Kemiskinan di Meranti Capai 28 Persen, Banyak Warga Belum Menikmati Listrik dan Air Bersih

Selasa, 03 Juli 2018

Bupati Irwan mendampingi Khofifah meninjau warga miskin beberapa waktu lalu. (Foto:Rtc)

PEKANBARU-Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Said Hasyim menyebut, kemiskinan di daerahnya masih berada pada angka 28 persen. Namun jumlah tersebut turun dibanding dengan tahun sebelumnya di atas 30 persen.

Demikian disampaikan Said Hasyim pada rapat kordinasi bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden Muhammad Arif Tasrif, Selasa (3/7/2018) di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.

"Masalah di Meranti adalah infrastruktur dasar seperti listrik dan air, termasuk akses jalan yang menghubungkan dari satu daerah ke daerah lain. Saat ini saja masih ada sekitar 20 persen masyarakat di daerah ini yang belum bisa menikmati listrik," papar Said Hasyim.

Solusi ke depan, berkoordinasi dengan pemprov secara intensif, karena bila angka kemiskinan di daerahnya tinggi, tentu akan berpengaruh kepada Riau.

Sementara itu, Muhammad Arif Tasrif mengatakan, Meranti harus jadi perhatian dengan terus menekan angka kemiskinan. "Memang masih diakui tantangan berbeda dalam mengatasi masalah ini. Jika terus dipertahankan seperti ini Riau yang akan mendapat potret buruk, sebab kemiskinan di sana akan mengakumulasi jumlah penduduk miskin di Riau," ujarnya.

Dalam catatannya, per tahun terjadi penurunan angka kemiskinan di Riau sebesar 0, 37 persen. Arif menyebut, ini angka yang masih sedikit dan perlu diupayakan percepatan penurunan angka kemiskinan.

Sebagian besar terdata, memang masyarakat di wilayah pedesaan lebih tinggi menyumbang angka kemiskinan. Di antara faktor penyebab kemiskinan masih tingginya ketimpangan antar kelompok.

Dan faktor ini terindikasi sebagai bagian dari masalah kemiskinan hampir di seluruh wilayah di Indonesia dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. "Bagaimana mengatasi ketimpangan antar sesama penduduk miskin di Riau. Dalam prakteknya memeratakan kondisi sosial kemasyarakatan memang sulit dan setiap daerah punya tantangan yang berbeda," ujarnya.

Arif menggambarkan, potret kemiskinan di Pulau Jawa dan sebagai solusi kedepannya menurut Arif harus ada bantuan yang bisa mengubah hidup masyarakat tersebut. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus