Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

Kenapa Ban Cepat Botak? Inilah Empat Faktor yang Memperpendek Umur Ban

Sabtu, 01 September 2018

Ilustrasi ban. (Foto:Grid.id)

JAKARTA-Ban merupakan bagian vital bagi kendaraan bermotor. Menjaga ban dalam kondisi prima akan berpengaruh pada berbagai aspek termasuk keselamatan. Kerap ditemui, pemilik kendaraan yang tidak awas dengan kondisi ban kendaraannya. Ban dibiarkan sampai batas maksimum dan bahkan sampai botak. 

Instruktur Sentul Driving Course Rudy Novianto mengatakan, ada empat faktor yang bisa membuat keausan ban jadi lebih cepat. Menurutnya, tapak ban dan kondisinya wajib diperiksa secara berkala. Selain itu, ban juga bisa cepat botak dan aus karena kondisi permukaan jalan. 

"Paling utama menjaga tekanan ban. Itu tindakan preventif (mencegah alur ban cepat habis). Kalau (kondisi) jalan, mau tidak mau, kita tidak bisa kontrol," kata Rudy, Kamis (30/8/2018). 

Pertama, tekanan udara yang kurang berpotensi membuat bentuk permukaan ban berubah menjadi lebih luas. Keausan ban maka akan lebih cepat terjadi, lebih buruk ban bisa pecah, bahkan sampai hancur. 

Faktor kedua, lain yang menyebabkan ban cepat aus adalah bobot kendaraan. Kendaraan yang ditambah bobotnya dengan beragam barang akan membuat ban lebih menekan ke permukaan aspal. 

Hampir sama dengan tekanan udara yang berkurang, bobot yang berlebihan dapat membuat tapak ban lebih lebar dan cepat aus. "Kadang pemilik kendaraan lupa, menaruh banyak barang tidak penting di kendaraan. Akhirnya menambah bobot. Mungkin sederhana tapi bobot itu bila diakumulasikan dengan waktu perjalanan yag lama, akan makan ban, tidak instan," ucap Rudy. 

Ketiga, mengabaikan perawatan kaki-kaki kendaraan terutama dalam hal menjaga sudut ban atau spooring serta balancing. Ban yang sudutnya tidak tepat atau tidak selaras dapat membuat cepat aus dengan daerah tapak yang tidak merata. 

Keempat, perilaku juga tidak lepas dari faktor yang mempercepat usia ban. Misal cara pengereman yang suka mendadak, atau cara berkendara yang gemar berakselerasi maksimal di awal, akan membuat kontak ke permukaan aspal berlebihan dan akhirnya cepat botak. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus