Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kepsek SD di Mentawai Sumbar 3 Kali Cabuli Muridnya, Korban Ditampar Sampai Muntah

Rabu, 12 Februari 2020

Ilustrasi. (Foto:Shutterstock)

PADANG-Kepala SD di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Bara (Sumbar) berinisial BQ menjadi terduga pencabulan terhadap muridnya berinisial SY. Perbuatan bejat tersebut sudah berlangsung tiga kali sepanjang tahun ini. 

Wakapolsek Sipora Iptu Dony Putra membenarkan aduan peristiwa ini, namun soal pencabulan itu terungkap secara tidak sengaja. Dia mengatakan, kasus ini terungkap saat orangtua SY melapor ada aksi anarkis sang kepala sekolah BQ pada anaknya, Minggu (9/2/2020) malam. 

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami mendapatkan hal lain di luar aksi tampar BQ kepada SY," ucap Dony ketika dihubungi via telepon, Selasa (11/2/2020). 

Dia menyatakan, awalnya orangtua hanya mengetahui anaknya ditampar oleh BQ hingga muntah-muntah. Setelah ditelusuri lagi, ternyata SY tidak mau menuruti kemauan BQ sehingga dia ditampar. "Pagi hari, kepala sekolah BQ memanggil teman SY agar menyuruh SY datang ke ruangannya. Namun SY menolak," kata Dony.  

Karena SY menolak, BQ pun naik darah dan mendatangi korban ke kelasnya. Di kelas, BQ langsung memukul korban SY. "Ketika ditanya kepada SY kenapa ia takut, ia menjawab takut dipegang oleh BQ. Dari pernyataan korban inilah, kami menyelidiki lebih jauh," lanjut Dony.  

Dikatakan, kasus pencabulan ini sudah berlangsung selama satu bulan, sejak Januari 2020. 

Polisi selidiki korban lain 
Kejadian pencabulan terhadap SY berlangsung di ruangan BQ yang sepi. Hasil visum terhadap korban SY juga mendukung tindakan pencabulan ini. Polisi saat ini masih mendalami apakah ada siswi SD lain yang menjadi korban BQ atau tidak. 

Saat ini, tersangka BQ diamankan di Mapolsek. "Kita akan jerat dengan undang-undang perlindungan anak,  karena dia pendidik bisa dikenakan hukuman sepertiga dari ancaman hukuman," ujar Dony. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus