Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kerusakan Jalan Nasional di Riau Tambah Parah

Minggu, 22 Juli 2012


PEKANBARU–Kerusakan jalan nasional di Provinsi Riau semakin parah. Penyebabnya, karena jumlah truk dengan tonase lebih yang melintas jalan tersebut terus bertambah dan tak terkendali.  

Pemerintah Provinsi Riau mencatat, panjang jalan nasional yang melewati Provinsi Riau 1.126,11 km. Dari jumlah tersebut, saat ini sekitar 444,79 km atau 39,50 persen masih berada dalam kondisi baik dan 477,17 km atau 42,37 persen sisanya dalam kondisi sedang. Sementara sepanjang 154,90 km atau 13,76 persen berada dalam kondisi rusak ringan dan 49,25 km atau 4,37 persen sudah dalam kondisi rusak parah.

Untuk jalan provinsi sekarang tercatat 3.033,32 km. Dimana 645,41 km atau 21,48 persen masih dalam kondisi baik, sementara 739,87 km atau 24,39 persen dalam kondisi sedang dan 815,42 km atau 26,88 persen dalam keadaan rusak ringan serta 832,62 km atau 27,45 persen dalam kondisi rusak berat.

“Memang banyak ruas jalan nasional di Provinsi Riau yang sekarang berada dalam kondisi rusak parah. Banyak faktor penyebabnya, sehingga kerusakan jalan jadi lebih cepat dari jadwal sesungguhnya. Salah satunya karena volume kendaraan yang melewati jalan melampaui kapasitas,” Kata Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit, akhir pekan lalu di Pekanbaru. 

Menurut Mambang, jalan nasional di Riau memang banyak rusak dan lebih cepat rusak dibanding jalan nasional yang melewati provinsi lain. “Penyebab rusaknya jalan tersebut karena intensitas atau volume kendaraan yang melintas over kapasita," ulas Mambang.  

Tingginya volume kendaraan yang melintas di Provinsi Riau akibat imbas dari tingginya pertumbuhan ekonomi Riau. "Perkembangan ekonomi Provinsi Riau memang tertinggi di Sumatera, yakni rata-rata delapan persen setiap tahunnya,” tukasnya.

Mambang menilai, banyaknya perkebunan kelapa sawit (CPO) dan pabrik pulp and paper di Riau secara tidak langsung turut memicu kerusakan. Ribuan truk pengangkut hasil perkebunan dan pabrik, berseliweran setiap harinya di ruas jalan Provinsi Riau. "Belum lagi ada diantaranya bertonase tinggi. Inilah yang memicu makin cepatnya kerusakan jalan," ujarnya.

Dikatakan, faktor lain adalah kontur tanah Riau yang umumnya adalah tanah jenis gambut. "Kondisi ini juga turut mempercepat rusaknya jalan,” tandasnya. (btr)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus