Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Kesultanan Matan Tanjung Pura Anugerahi Gelar Kyai Mangku Jagadilaga Untuk Ustaz Abdul Somad

Minggu, 21 Oktober 2018

Ustaz Abdul Somad mendapatkan gelar Kyai Mangku Jagadilaga. (Foto:Instagram/ustadzabdulsomad)

PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad memperoleh sambutan yang luar biasa dari kaum muslimin di Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/10/2018). Bahkan, Ustaz Abdul Somad dianugerahi gelar Kyai Mangku Jagadilaga dari Gusti Kamboja, Pangeran Ratu Kartanegara, Kesultanan Matan Tanjung Pura.

Gelar Kyai Mangku Jagadilaga artinya, tokoh terhormat dan mulia sebagai penjaga kedaulatan dan pemersatu negara bangsa Indonesia dengan ilmunya. Sebelumnya, dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Ustaz Abdul Somad telah mendapat gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

Pangeran Ratu Kartanegara, seperti dikutip dari halaman Facebook ustaz Abdul Somad, terlihat memasangkan langsung pakaian dan peci kepada Ustaz Abdul Somad. Bahkan, dalam beberapa video yang diunggah warganet, terlihat Ustaz Abdul Somad diarak dengan menggunakan mobil dengan atap terbuka, memperlihatkan wajah Ustaz Abdul Somad yang langsung menyapa warga setempat.

Sejumlah warga pun terlihat memanggil Ustaz Abdul Somad seraya meneriakkan Allahu Akbar!.

Sebagai informasi, Pada 20-21 Oktober 2018, Ustaz Abdul Somad menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas, Ketapang, Kalimantan Barat.

Dikutip dari Tribunketapang.com, Kedatangan ustaz Abdul Somad disambut dengan berbagai rangkaian prosesi penyambutan dari Keraton Matan Tanjungpura, di antaranya dengan acara tepung tawar.

UAS tiba di Ketapang menggunakan pesawat Nam Air, tiba di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Sabtu (20/10/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Abdul Somad tiba di Ketapang menggunakan busana khasnya yaitu baju koko putih dan peci hitam.

Rencananya setelah bertolak dari bandara, UAS akan diarak menuju lokasi Keraton Matan Tanjungpura yang berjarak sekitar 15 menit dari bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Rencananya UAS akan berada di Ketapang selama 2 hari dan akan mengisi berbagai macam kegiatan seperti, Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas yang berlangsung nanti malam pukul 19.30, dan dilanjutkan keesokan harinya sholat subuh berjamaah serta sesi tanya jawab yang akan dilaksanakan di lokasi yang sama yaitu Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad memastikan diri menghadiri tabligh akbar yang digelar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hal itu diketahui dari postingan di akun Instagram @faizal.ekosetiawan10, Jumat (19/10/2018).

Faizal menuliskan keterangan untuk video yang diunggahnya sebagai berikut:

“Tuan Guru @ustazabdulsomad Insya Allah ke ketapang besok. Yang mau berangkat same-same japri aja. #kamibersamauas#ustazabdulsomad#subuhakbarkalbar#subuhberjamaah,” tulis Faizal.

Dalam video yang diunggah Faizal, ustaz Abdul Somad menyampaikan langsung kalau dirinya akan datang ke Ketapang.

“Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Saya ustaz Abdul Somad, Insya Allah akan hadir di Ketapang, Kalimantan Barat. Ingat tanggal 20 sampai 21 Oktober, di Masjid Agung Al Ikhlas dan Pesantren Hidayaturrohman. Terimakasih sampai jumpa,” kata ustaz Abdul Somad.

Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang saat ini menjadi ikon atau menjadi wisata religi di Ketapang. Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Masjid Agung Al-Ikhlas, HYusman. Menurutnya tiap hari 50 hingga 100 orang ada berkunjung ke masjid ini.

“Jadi ikon wisata ini juga banyak dikatakan teman-teman kepada saya. Kenyataannya sekarang pagi, siang, sore bahkan malam pun sering ada yang berkunjung,” kata Yusman kepada awak media di Ketapang, Minggu (16/4/2017).

Ia pernah tanya kepada orang yang berkunjung. Pengunjung tak hanya untuk melaksanakan ibadah tapi juga ingin bersantai dan melihat keindahan masjid itu. “Jadi sekarang bisa dikatakan sebagai wisata religi karena faktanya begitu,” ungkapnya.

“Saya apernah tanya kepada pengunjung katanya datang hanya igin melihat keindahan Masjid saja. Mereka penasaran ingin tahu dan ada yang sudah datang tapi datang lagi hanya untuk bersantai di masjid itu,” lanjutnya.

Ditegaskan, mereka pengurus masjid tidak mengatakan masjid ini paling bagus. 
Tapi pengunjung lah yang mengatakan bagus. Bahkan ada beberapa orang dari luar Ketapang datang dan mengaku kagum terhadap keindahan masjid ini.

“Nuansa bangunan masjid itu merupakan kolaborasi perpaduan atau mengambil berbagai macam motif beberapa daerah bahkan Negara. Di antaranya motif masjid di Timur Tegah, Turki, Indonesia. Kemudian ada cirri khas melayu dan lainnya,” paparnya.

Dia menggungkapkan, memang masjid ini sangat indah apalagi jika dilihat dari dalam ornamennya sangat luar biasa. Sekarang bangunannya sudah 99 persen dan sedang menjadikan tangga. Kemudian halamannya sudah luas dan tinggal dipasang paving.

“Jadi terkait hal ini kita juga sudah meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan di masjid itu. Satpam kita ada dua khususnya jaga malam. Kita akan meningkatkaan mutu, kenyamanan, keamanan dan sebagainya di masjid itu,” tuturnya. (*) 







Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus