Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

Ketahui Rahasia Merawat Mobil Transmisi Matik Agar Tetap Awet

Rabu, 15 Januari 2020

Kenali Kode di Tuas Transmisi Otomatis (Foto: Auto2000)

PEKANBARU-Mobil transmisi matik semakin digemari, terlebih di kota besar dengan tingkat kemacetan semakin parah. Namun belakangan, banyak yang beranggapan jika transmisi jenis ini lebih cepat rusak, terlebih jika salah penggunaannya. Seperti pilihan tuas transmisi yang tidak tepat saat berhenti di lampu merah atau di tengah kemacetan.

Dengan begitu, banyak yang beranggapan jika mobil bertransmisi otomatis cepat rusak dibanding manual. Namun, hal tersebut dibantah Supriyadi. Pemilik Bengkel Khusus Matik, Auto Techno ini mengatakan, bila dibilang mobil matik lebih cepat rusak, ada mobil matik yang sudah berumur 10 tahunan masih digunakan di jalanan.

"Mobil matik itu rusak biasanya di atas delapan tahun, secepat-cepatnya itu lima tahun. Itu yang cepat juga biasanya tidak pernah ganti oli, dan tidak pernah dikuras oli transmisinya," ujar yang akrab disapa Adi, beberapa waktu lalu.

Menurut Adi, oli merupakan kekuatan terpenting transmisi. Biasanya, mekanik mobil matik akan menyarankan mengganti oli rata-rata setiap 15 ribu km dalam pemakaian di kota besar.

"Kenapa harus setiap 15 ribu km, karena saat macet mesin tetap hidup dan oli transmisi tetap bekerja. Memang, pabrikan merekomendasikan penggantian setiap 40 ribu km, tapi itu kan jalan normal dan mesin hidup dalam jangka waktu lama," tambahnya.

Jadi, bagi para pemilik mobil transmisi matik juga usahakan melakukan perawatan berkala untuk mobil matik agar transmisi lebih awet, dan usahakan melakukan gaya berkendara yang tidak sembarangan.

Mendeteksi Kerusakan Transmisi Matik
Bagi pemilik mobil yang ingin mengetahui kerusakan transmisi pada mobil matik, sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Untuk mendeteksi masalah pada transmisi, langkah pertama yang bisa dilakukan dengan cara mengendarainya.

Menurut Adi, untuk mendeteksi kerusakan bisa dilihat dari hentakan atau getaran saat mobil berjalan atau saat memasukkan persnelingnya.

"Biasanya transmisi rusak itu nahan, misalkan 80 km. Berarti ketahan di gigi 3 dan tidak bisa masuk ke gigi 4. Bisa juga dilihat dari saat memasukkan gigi dari N ke D atau dari N ke R ada hentakan," ulasnya.

Cara mudah lainnya untuk mendeteksi masalah pada transmisi otomatis di mobil bisa dilihat dari layar multi information display (MID). "Lambang AT-nya berkedip atau di mobil Eropa gambar gear-nya kedip dan di sebagian mobil lambang D kedip," tegasnya.

Adi menyarankan, jika memang terjadi masalah di transmisi mobil, lebih baik dibawa ke bengkel agar diperiksa lebih detail oleh mekanik. "Apalagi saat mudik lebaran, langsung bawa ke bengkel agar diperiksa dan tidak terjadi masalah di perjalanan," tukasnya. (*)

 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus