Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pokok Pikiran

Ketika Sang Jenderal Bersedia Mendampingi Syamsuar Memimpin Riau!

Rabu, 03 Januari 2018

Brigjend TNI Edi Natar. (Foto:Istimewa)

Oleh: Boy Surya Hamta*

AWAL 2018 menjadi momentum bagi Syamsuar dalam mewujudkan mimpinya membangun Riau ke arah yang lebih baik. Sempat dianggap akan gagal maju sebagai kandidat gubernur, setelah sejumlah partai politik tak kunjung memberikan kepastian mendukungnya. Namun ketokohan Syamsuar akhirnya terbukti.

Dia berhasil memastikan diri sebagai kandidat kuat Gubernur Riau lima tahun ke depan. Bersama Danrem 031 Wirabima Brigjend TNI Edy Natar dan dukungan tiga partai--PAN (7 kursi), Nasdem (3 kursi) dan PKS (3 kursi)-- dirinya melangkah pasti menuju gelanggang Pilgubri, Juni mendatang. 

Langkah awal yang akan dilakukan oleh partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Riau Bersatu adalah deklarasi di lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Minggu (7/1/2018) mendatang. Untuk diketahui, Syamsuar-Edy Natar saat ini masih menjadi satu-satunya pasangan yang memastikan diri maju, setelah pasangan Gubernur Petahana Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno yang didukung PDI Perjuangan (9 kursi) dan Golkar (14 kursi) kini masih harus menunggu kepastian pusat.

Sebab, setelah lengsernya Ketum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham, otomatis SK dukungan Golkar yang sudah dikantongi gugur. Kini nasib pasangan tersebut bergantung kepada putusan DPP Golkar dibawah naungan Airlangga hartarto. Karena itu, pasangan Andi Rachman-Suyatno masih harus bersabar dan belum melakukan deklarasi seperti yang akan dilakukan pasangan Syamsuar-Edy Natar.

Terlepas dari itu semua, satu pertanyaan mendasar yang mungkin masih banyak yang belum diketahui masyarakat Riau adalah apa yang menjadi alasan sang jenderal bersedia mendampingi Bupati Siak dua periode tersebut di Pilgubri?

Melalui sejumlah media, termasuk FokusRiau.Com, Brigjend TNI Edy Natar menyampaikan, alasannya bersedia mendampingi Syamsuar di Pilgubri karena banyaknya permintaan masyarakat, teman maupun kerabat agar dirinya bisa mengabdikan diri di kampung halaman melalui jalur pemerintahan jelang berakhirnya masa tuga di TNI.

Karena itu, setelah melalui berbagai pertimbangan Edy Natar akhirnya memutuskan maju di Pilgubri mendampingi Syamsuar. Tapi kenapa harus Samsuar? 

Sang jenderal berujar, ada beberapa alasan, di antaranya selama kepemimpinan Syamsuar sebagai Bupati Siak, dalam 6 tahun terakhir laporan keuangan Pemkab Siak selalu diganjar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI. Kedua, Siak memperoleh berbagai penghargaan luar biasa selama dipimpin Syamsuar. Setidaknya, sepanjang tahun 2017 ada 24 penghargaan nasional yang diraih.

Alasan ketiga, dalam pelayanan kepada masyarakat, Edy Natar melihat Kabupaten Siak berhasil menerapkan sistem pelayanan yang sangat mudah, murah dan tidak berbelit belit. 
Keempat, selama dua periode memimpin Siak, dirinya melihat hubungan bupati dengan wakilnya terbilang solid dan harmonis. 

Sebagai prajurit TNI, inilah yang kemudian menjadi alat ukur kualitas seorang pemimpin.
 Karena itulah, Edy Natar kemudian berketetapan hati membantu dan memberi kekuatan kepada Syamsuar memimpin Riau.

Selain beberapa pertimbangan objektif tersebut, dirinya melihat figur Syamsuar sangat agamis. "Itulah sebabnya saya tertarik membantu beliau dalam mewujudkan masyarakat Riau yang lebih bermartabat," kata Brigjend TNI Edy Natar.

Asli Riau
Sesungguhnya, Edy Natar bukanlah orang lain di Riau. Dia dan keluarganya berasal dari Bengkalis. Istrinya Hj. Suti Mulyati orang Melayu Bengkalis. Edy dikaruniai tiga anak masing-masing Dyan Getmi Andhiny, M.Tangguh dan Surya Rizal Perkasa.

Dari 11 orang bersaudara, Edy merupakan anak nomor  tujuh. Beberapa di antaranya Tarmizi Natar (birokrat Pemprov Riau), Neng Natar, Sri Emmy Natar (istri Asral Rachman), Emilia Natar, Yan Natar dan masih ada beberapa yang lain.

Setelah menamatkan bangku SMP, Edy pindah ke Pekanbaru. Begitu menamatkan bangku SMA, dia melanjutkan pendidikan ke Akabri (1984) dan Seskoad (1998). "Saya hanya mendengar kabar jauh sebagian aktivitas Edy yang sepenuhnya berkarir sebagai prajurit TNI. Begitu saya mendapatkan biodata Edy dari adiknya, Yan Natar, tentulah membuat banyak orang menjadi bangga dan berdecak kagum akan aktivitas dan prestasi yang diraihnya. Edy sempat juga menamatkan kuliah di bidang ilmu politik tahun 1996" (baca: kompasiana-Lebih Dekat dengan Brigjen TNI Edy Natar: Religius dan Merakyat/Fakhrunnas MA Jabbar).

Karir militer Edy diawalinya setelah menamatkan Akabri mulai posisi terendah sebagai Komandan Peleton tahun 1985 Kemudian meningkat menjadi Komandan Kompi tahun 1991. Keduanya diembannya saat dalam perjuangan di Timor Timur. Aktivitas di medan perang pun dilakukannya pula tahun 2000 di perbatasan Papua-PNG.

Bakat kepemimpinan Edy semakin terang saat dia dipercaya menjadi Komandan Batalyon 515/ Kostrad tahun 1998. Prestasi dan kepangkatan Edy pun mengantarkannya menjadi Komandan Distrik Militer (Dandim) di OKI tahun 2001.

Selanjutnya Edy Natar lebih banyak mendapat kepercayaan bertugas di markas komando. Tugas-tugas yang diembannya semakin mengarah pada urusan pengawasan atau inspektorat. Secara berturut-turut, Edy memangku tugas sebagai Inspektur Madya Itjen TNI (2003), Sespri Irjen TNI (2005), dan Kabag Anev Itjen TNI (2007)

Prestasi Edy makin mengantarkannya ke posisi Inspektur Utama Itjen TNI  tahun 2010 dan Sekretaris Itjen TNI (2012), serta  Inspektur Kodiklat TNI (2015). Posisi terakhir Edy sebelum ditugaskan sebagai Danrem 031 Wirabima adalah  Inspektur Umum Itjenad sejak 2015.

Tampak jiwa kepemimpinan Edy semakin menonjol. Hal ini di buktikannya lagi saat dia ditugas Pembinaan Atase Pertahan (India, Iran, Pakistan) pada tahun 2007, Wasrik Atase Pertahanan (Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol) tahun 2010 serta Wasrik Atase Pertahanan ( Washington DC, New York, Brazilia)  pada tahun  2014.

Hampir sepanjang karirnya dalam kemiliteran dihabiskan Edy di luar kampung halamannya. Itulah sebabnya, menjelang masa akhir pengabdiannya sesuai batas usia yang dtetapkan dalam karir TNI, Edy sangat berbangga hati ditugaskan sebagai orang nomor satu di bidang kemiliteran. Kesempatan yang tak begitu lama ini makin menyemangatinya untuk menjelajah seluk-beluk Negeri Lancang Kuning yang pernah dinikmatinya semasa kecil dulu hingga masa-masa belia. 

Kini, masyarakat Riau menanti langkah selanjutnya dari pasangan birokrat dan TNI ini untuk berjuang mewujudkan cita-cita membangun Riau yang sangat membutuhkan sosok pemimpin dengan semangat membangun dan memajukan ekonomi masyarakat yang kini tengah melemah. (***)

*Penulis adalah Pemimpin Umum FokusRiau.Com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus