Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Ketika Syamsuar Bercerita Pengalaman Berhaji kepada Jamaah Calon Haji Siak

Jumat, 06 Juli 2018

Bupati Syamsuar menceritakan pengalaman berhajinya. (Foto:Humas)

SIAK-Berbagai pengalaman yang dirasakan di tanah suci Mekkah saat berhaji dan umrah, ternyata masih melekat kuat dalam ingatan Bupati Syamsuar. Banyak pelajaran berharga diperoleh dari pengalaman pribadi, termasuk nasihat dari pengelola haji dan umrah maupun sesama jamaah haji saat melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Hal itu disampaikan Syamsuar kepada jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Siak yang mengikuti manasik, Selasa malam di Masjid Sultan Syarif Hasyim Islamic Center Madinatul Ulum Siak Sri Indrapura.

Saat itu, Syamsuar menceritakan pengalamannya kepada 228 orang JCH Kabupaten Siak. Ratusan JCH tampak antusias mendengarkan cerita Syamsuar bersama Imam Besar Syekh Abdurrahman As-Sudais.

"Bersyukur kita bapak ibu saat ini berdasarkan laporan dari Pak Kakan Kemenag yang sudah ikut manasik sampai 20 kali. Namun saya mengajak kita semua untuk tetap menjaga hati dan keikhlasan kepada Allah, jangan lupa berdoa minta dimudahkan melaksanakan rukun dan wajib haji," kata Syamsuar.

Dirinya juga mengingatkan JCH yang akan diberangkatkan tanggal 29 Juli 2018 untuk selalu menjaga fisik yang prima dan kesehatan. Kesehatan itu sangat penting sebagai modal awal, namun patuh dengan nasihat petugas kesehatan dan petugas pendamping haji juga tak kalah penting.

"Disana nanti kalau bapak ibu ada yang sakit dan sebagainya mohon saran petugas medis dituruti, misalnya kalau disuruh banyak minum, disuruh makan buah, termasuk makan makan obat juga diikuti. Bila perlu persiapkan obat persediaan rutin untuk 35 hari kedepan. Nanti bisa dikonsultasikan dengan dokter pendamping disana. Kami doakan bapak dan ibu diberikan kemudahan," ajak Syamsuar.

Syamsuar menyarankan, para ibu-ibu untuk memperhatikan dan mengukur kemampuan fisik dalam beribadah saat cuaca panas ektrim menyerang jelang puncak pelaksanaan haji. "Kalau cuaca terlalu panas, pulang dan pergi ke Masjidil Haram itu jauh dan menguras energi, saya sarankan berdiam di Mesjidsaja menunggu masuknya waktu shalat, atau shalat dipenginapan menjelang hari puncak pelaksanaan haji," ungkapnya.

Sebelum diberangkatkan ke tanah suci, Datuk Setia Amanah itu juga mengajak para JCH untuk memperbanyak istighfar dan bermaaf-maafan baik dengan keluarga, rekan kerja, dan tetangga.

"Soal rumah tangga jangan diremehkan, jangan lupa bagi suami dan istri untuk saling bermaafan. Kita kadang lupa rumah tangga dalam perjalanannya banyak cobaan dan lika-likukehidupan. Untuk itu mari kita semua bermaafan dan minta ampun pada Allah," ajaknya.

Saat berumrah awal Ramadan lalu, menurut Syamsuar, salah seorang pimpinan proyek perluasan Masjidil Haram waktu itu juga pernah bercerita bahwa orang Indonesia dikenal tertib dan santun dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji.

Dia berharap agar para CJH harus menjaga nama baik selama ini melekat pada JCH asal indonesia. Apalagi nanti di Raudah, sudah ada pengaturan jadwal untuk jamaah laki-laki dan perempuan untuk kita patuhi. "Asal ikuti sekat-sekatnya dengan tertib dan sabar, InsyaAllah bisa sampai ke Raudah. Tapi mohon bapak ibu jangan berlama-lama karena harus bergantian jamaah lain," sebut Syamsuar. (*) 




Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus