Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Ketika Syamsuar Berdialog dengan Pelaku Pembakar Istana Siak, TSA Mengaku Honorer Dispenda Riau

Kamis, 11 Januari 2018

Bupati Syamsuar (kanan) berdialog dengan pelaku TSA. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Pelarian pelaku pembakar bagian dalam Istana Siak telah berakhir, setelah kepolisian menangkap lelaki berinisial TSA ini di Jalan Cempedak, Kota Pekanbaru, Rabu (10/1/2018) sore. 

Pantauan FokusRiau.Com, sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka TSA alias Faisal (41) tiba di Mapolres Siak. Disaat bersamaan, Bupati Siak H Syamsuar telah menunggu di halaman Mapolres. 

Kemudian di ruangan Kasat Reskrim, Bupati Syamsuar didampingi Wakapolres Kompol Yudhi Palmi dan Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana menyempatkan diri berdialog dengan tersangka Faisal. Ada beberapa pertanyaan Bupati yang dijawab tersangka dengan jelas. 

"Kerja dimano?," tanya Bupati. 
"Honorer di Dispenda Riau," jawabnya. 
"Udah berapo lamo kerja di Dispenda Riau?," tanya Bupati lagi. 
"12 tahun," jawab Faisal.
"Tinggal dimano? 
"Pekanbaru, jawabnya. 
"Berapo sering ke Siak? 

Faisal tak bisa menjawab lagi. Selama bicara dengan Syamsuar dia hanya menunduk. Pandangannya liar. Tak sampai 10 menit, petugas membawa Faisal ke ruangan pemeriksaan. Di sana, FokusRiau.Com kembali menanyakan apa motifnya membakar Istana Siak. "Saya sehat, nenek yang nyuruh (bakar istana), waktu beliau masih hidup, sekarang udah meninggal," ujarnya singkat. 

Selanjutnya, Faisal tetap diam. Wajahnya terus menunduk, ketika ditanya bagaimana dia masuk dan membawa bensin ke dalam istana, Faisal hanya senyum senyum dan kembali menundukkan wajahnya. Sementara, tanganya diborgol. 

Kepada sejumlah wartawan, Syamsuar menyampaikan apresiasinya untuk jajaran Polres Siak dan Polda Riau yang berhasil menangkap pelaku pembakaran Istana Siak, sehingga mengejutkan banyak pihak. 

"Saya datang ke sini untuk menyampaikan secara langsung ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil menangkap pelaku pembakar istana. Tadi sudah saya sampaikan ke Pak Wakapolres dan Kasat Reskrim," kata Syamsuar. 

Kasat Reskrim menjelaskan, pihaknya menangkap pelaku di Jalan Cempedak Pekanbaru, saat dia mau menunggu mobil travel tujuan ke Rohil. "Setelah dilakukan penyelidikan, jajaran Polres Siak dan Polda Riau berhasil menangkap pelaku di Jalan Cempedak Pekanbaru, sedangkan rumahnya di Jalan Delima, Panam, Pekanbaru, " ujar Hidayat didampingi Wakapolres. 

Terkait dugaan pelaku tidak waras karena memiliki kartu kuning dari RSJ Lancang Kuning, Kasat Reskrim belum bisa memastikan hal itu. "Kalau masalah kejiwaan tersangka, nanti kita tindaklanjuti ke rumah sakit, kita proses dulu, tak usah berandai andai," ulasnya. 

Sebelumnya, orang tua TSA, Syarifah Nadira (60) merupakan cicit dari Sultan T Besar Syarif Sagaf dan pernah menjabat sebagai penjabat sementara di Istana Siak selama 7 tahun medio 1908 sampai 1915.

"Secara pribadi, saya tidak tahu menahu terkait pembakaran yang dilakukan anak saya. Sebab saya mengetahuinya baru saja dan memperoleh informasi dari Pekanbaru," kata sang ibu kepada FokusRiau.Com, sore kemarin. 

Dikatakan, keseharian Faisal bekerja selaku tenaga honorer di Dispenda Riau. "Saya sendiri kaget mendengar berita tersebut. Faisal ini anak sulung saya. Dia mengalami gangguan kejiwaan sejak 5 tahun terakhir dan pernah dirawat RS Lancang Kuning Pekanbaru selama 25 hari," urainya. 

Ditambahkan, sejauh ini anaknya masih menjalani rutinitas pengobatan dan aktif minum obat dari rumah sakit. "Dia masih menjalani perawatan dan minum obat," tukasnya. (satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus