Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Ketika Ustaz Abdul Somad Ajak Umat Merenungi Padi, Ternyata Inilah Hikmahnya

Minggu, 07 Oktober 2018

Ustaz Abdul Somad. (Foto:Instagram)

PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad kembali melaksanakan rangkaian safari dakwahnya di Jawa Barat. Saat mampir di Jalan Raya Kadungora, Talagasari, Kabupaten Garut, Ustaz Abdul Somad mengajak umat Islam untuk merenungi makna padi sebagai salah satu nikmat Allah SWT untuk manusia.

Hal itu juga dimuat dalam akun Instagram @ustadzabdulsomad hari ini, Minggu (7/10/2018). 

"Singgah sebentar di Jalan Raya Kadungora, Talagasari, Kab. Garut. Merenungi padi, salah satu nikmat Allah untuk manusia di muka bumi."

Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari padi

"Lihatlah padi yang sedang menghijau dan menguning
Satu butir padi ditanam, kulitnya pecah disiram air hujan.
Kemudian keluar tunas yang tidak ada kehidupan sebelumnya, lalu Allah turunkan air hujan sehingga menghijau.

Hujau muda kemudian hijau tua, kemudian keluar padi lagi, kemudian dia menguning, layu dan mati.

Tapi kemudian tumbuh lagi. begitulah kehidupan.
Dulu yang mengisi alam ini kakek moyang kita.
Lalu setelah itu datuk nenek kita, lalu habis itu masa giliran bapak dan ibu kita.
Dan sekarang kita. Kita pun sudah mulai kuning, layu dan tak lama lagi mati. Lalu kemudian sampai masa anak kita.

Jadi pelajaran yang sangat berarti yang kita ambil dari apa yang kita lihat ini tak perlu jauh-jauh.

Dalam Alquran disebutkan, "Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan” (Al-Ghasyiah:18).

Karena orang Arab, ketika bangun pagi dia melihat Unta, ya langsung saja diambil pelajaran.
Kebetulan kita tinggal di negeri yang agraris ini, ketika bangun pagi yang kita lihat padi.

Ambil pelajaran dari padi.
Bagaimana padi yang sebelumnya tidak ada kehidupan menjadi hijau, lalu kemudian bertunas, lalu kemudian berbuah lalu kemudian kuning, layu dan mati.

Kita pun juga akan begitu.
Apa yang dapat kita lakukan dalam kehidupan yang singkat ini.
Begitu juga dengan dakwah.
Ini tanah kalau tidak kita tanami maka ia akan sia-sia.

Selesai peran dakwah, bangkit lagi.
Sudah down hilang semangat, bangkit lagi.
Sampai kita semua menghadap Allah SWT dengan bekal-bekal amal soleh.
Mudah-mudahan pelajaran dari padi ini dapat memberikan pencerahan dalam menatap masa depan, lebih berarti dan bermakna.
Hidup sekali, buatlah yang berarti."

Sebagai informasin, hari ini Ustaz Abdul Somad akan melaksanakan dakwah di dua tempat di Bandung. Pertama di Masjid Al Furqon UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Jalan Setiabuhi No. 299, Bandung, bada salat Subuh berjamaah.

Adapun dakwahnya yang kedua dilaksanakan di Masjid Al Multazam, Komplek Perumahan Cherryfield, Jalan Ciganitri Raya-Terusan Buah Batu, Bojongsoang, Bandung, dan akan dimulai bada Salat Asar berjamaah.

Dikutip dari Tribun Jabar, Ustaz Abdul Somad mengupas kelebihan wanita yang tak ada pada pria di kajian Muslimah di Masjid Istiqomah, Sabtu (6/10/2018).

Ustaz Abdul Somad menjelaskan peran wanita dalam dakwah. Ustaz Abdul Somad memaparkan ada sejumlah hal terdapat pada wanita dalam dakwahnya.

1. Penyempurna Iman
Menikahi seorang wanita merupakan penyempurna iman bagi kaum pria atau laki-laki. "Menikah sudah menyempurnakan setengah imannya," ujar Ustaz Abdul Somad saat ditemui Tribun Jabar di Masjid Istiqomah Bandung, Sabtu (6/10/2018).

Peran wanita bisa mengubah suami yang keras, jarang mengaji dan sholat, bahkan menjadikan anak-anaknya sholeh. Laki-laki yang tadi imannya masih lemah karena pengaruh perempuan, maka imannya bisa menjadi lebih baik.

Karenanya perempuan sangat berperan mendidik, mengajar, mengayomi, mengasihi dan sebagainya. Ustaz Abdul Somad atau populer dikenal UAS itu, mencontohkan semisal pada ayat Alquran. "Tanaman yang baik mengeluarkan tanaman yang baik," paparnya.

Dijelaskan, ketika disemai di tanah yang tidak baik maka benih (anaknya) tidak baik dari ibu yang tidak baik. UAS juga menceritakan pada zaman nabi, perempuan akan dinikahkan dengan laki-laki yang baik juga, jujur dan amanah sampai mati. "Begitulah perempuan berperan luar biasa," tukasnya.

Sebegitu serba bisanya wanita, kadang perempuan sambil memasak bisa melakukan hal yang lainnya, semisal sambil mengulangi surat-surat pendek menghafal Al-Quran.

2. Tiang Negara
Peran wanita selain berpengaruh di dalam rumah, di lingkungannya, juga berperan serta untuk suatu negara. UAS mengatakan, apabila peran wanita atau seorang ibu baik, maka negara pun menjadi baik.

"Ibu, Ibu, Ibu, tiga kali penyebutannya," ujar UAS.

Adapun seorang ibu 3 kali pahalanya jika menjadi Ustazah. Ditambah perannya tidak dapat terbayar karena mengadung, melahirkan, dan menyusui, adalah infaq dan sadaqahnya yang terus mengalir.

Demikian Annisa tiangnya nyaman ceramah karena tiangnya kokoh atap kuat. Perempuan tiang negara. Kalau perempuan baik negeri akan menjadi baik. "Namun jika perempuannya fasik, zina, nakal, jahat, membuka aurat, maka negeri akan roboh," ucapnya.

3. Sumber Ilmu
Menurut UAS, peran wanita sangat siginifikan. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, peran wanita bisa mempengaruhi lingkungannya. "Suami jadi soleh anak baik karena ibunya. Satu orang dapat hidayah karena ibumu. Ramai orang yang dapat hidayah semua," ujarnya.

Begitulah perempuan sangat berperan mendidik, mengajar, mengayomi, mengasihi dan sebagainya. Perempuan dapat mendakwahi lingkungan, melalui pengajian atau dapat melalui pengalaman yang dishare. "Dia bisa share pengalaman diundang dipanggil lewat telpon," ujarnya.

Adapun pungkasnya dia menjelaskan sholat dan jilbab tanggung jawab ayah, tapi ibu meringankan beban. Seorang wanita atau ibu mengurusi rumah tangga dan hal-hal lainnya, mulai kandungan, anak, sampai suami sakit bisa diselamatkan oleh perempuan. (*)







Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus