Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Kinerja Pansel Calon Kaper Ombudsman Dipertanyakan, Inilah Penyebabnya!

Senin, 28 Mei 2018

Kantor Ombudsman RI. (Foto:Detikcom)

BATAM-Kinerja Panitia Seleksi Calon Kepala Perwakilan (Pansel Kaper) Ombudsman Kepulauan Riau diduga syarat dengan kecurangan dan mal administrasi. Karena itu, Ketua Ombudsman Prof. Amzulian Rifai diminta bersikap terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan Pansel terhadap peserta seleksi. 

Sejauh ini, ada dua orang calon peserta, yakni Ta'in Komari dan Amir Mahmud mengaku kurang puas dengan kinerja pansel yang diduga berat sebelah. "Saya tadi melayangkan surat kepada Ketua Ombudsman RI untuk menindaklanjuti surat pengaduan/laporan saya tertanggal 25 Mei 2018, terkait dugaan kecurangan dalam seleksi calon kepala perwakilan Ombudsman Kepri," ujar Ta'in Komari kepada FokusRiau.Com di Batam, Minggu petang. 

Dikatakan, hasil investigasi yang dilakukannnya ada dugaan calon titipan dan dugaan kecurangan lain bahkan mal administrasi yang dilakukan Pansel. 

Selain surat resmi ke pusat, Ta'in juga membuat surat terbuka di akun pribadinya. Menurutnya, dalam pengembangan kasus dan hasil investigasi yang dilakukan, terdapat sejumlah kecurangan, diantaranya saat registrasi kehadiran peserta untuk mengikuti tes tertulis, tanggal 22 Mei lalu, seorang calon Herman Prasetyo tidak mampu menunjukkan ijazah asli dan menyatakan ijazah yang bersangkutan berada di Jakarta dan tidak mungkin dapat ditunjukan pada hari tersebut.
  
"Logikanya, saudara Herman Prasetyo langsung didiskualifikasi. Karena dalam pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 18 Mei 2018 jelas-jelas peserta diwajibkan menunjukkan KTP asli, ijazah asli, SKCK asli dan lainnya saat akan mengikuti ujian tertulis tersebut," sebutnya.

Namun akhirnya, kata Ta'in, panitia tetap membolehkan Herman Prasetyo mengikuti ujian tertulis, bahkan secara hitungan waktu sangat tidak mungkin mampu menunjukkan ijazah asli. Karena berada di Jakarta dan yang bersangkutan tetap dinyatakan lulus ujian tes tertulis dan berhak mengikuti tes selanjutnya.

"Hasil penelusuran yang kami temukan, Herman Prasetyo adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah Pemprov Kepri dengan jabatan Sekretaris Kantor Kesbangpol dan Linmas. Sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam karier sebagai ASN, karena selangkah lagi bisa menduduki jabatan Kepala OPD," bebernya.

Dijelaskan, hal ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar bagi peserta lainnya, kenapa Herman Prasetyo yang sudah memiliki jabatan prestise dengan pendapatan cukup besar justru mengikuti seleksi jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri yang pendapatannya jauh lebih kecil antara Rp10 juta sampai 15 juta perbulan. 

"Dari pandangan karier sebagai ASN, Herman Prasetyo juga masih memiliki kesempatan meraih jabatan struktural lainnya. Sangat rugi bila dibandingkan dengan jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri yang hanya sampai 5 tahun. Jadi apa orientasi Herman Prasetyo ikut dalam seleksi ini patut digali dan pertanyakan lebih dalam," ungkapnya.

Ta'in membeberkan, saat dilaksanakan tes tertulis, beberapa kejanggalan yang seperti disengaja pansel memberikan ruang dan toleransi kepada seorang calon yang melanggar tata tertib ujian. "Peserta yang sudah selesai mengerjakan soal hanya diperbolehkan menyerahkan kepada Pansel dalam waktu kurang dari 5 menit dari waktu ujian berakhir. Kenyataannya, Pansel mempercepat waktu istirahat hanya menjadi 5 menit dari yang semestinya 15 menit sebagaimana pembacaan tata tertib oleh pansel sebelum ujian dimulai," urainya.

Selain itu, dua peserta mengumpulkan hasil ujian pada hitungan waktu di sekitar 10 menit sebelum waktu ujian berakhir, Lagat Parroha Patar Siadari yang kemudian disusul peserta lainnya Arham. Maka semestinya keduanya diberikan sanksi diskualifikasi, karena melanggar tata tertib ujian yang sudah dibacakan Pansel sebelumnya. 

"Nyatanya mereka berdua justru termasuk yang dinyatakan lulus tes tertulis dan mengikuti tes selanjutnya. Jadi ada apa dengan Pansel ini? Penelusuran lebih lanjut ternyata, Lagat Parroha Patar Siadari, 22 Mei 2018 siang harus mengikuti tes psikologi seleksi calon Bawaslu Kepri di Mapolda Kepri," terangnya. 

Sehingga, ada kemungkinan pansel memangkas waktu istirahat dari 15 menit menjadi hanya 5 menit dan memberikan toleransi penyerahan hasil ujian 10 menit sebelum waktu habis adalah suatu bentuk bantuan khusus Pansel kepada Lagat Parroha Patar Siadari agar dapat segera pergi ke Mapolda Kepri untuk mengikuti tes tersebut.

Ta'in, meminta Ketua Ombudsman sesuai surat pengaduan lanjutan sebagai kelengkapan laporan dan pengaduan sebelumnya tertanggal 25 Mei 2018, dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan melakukan ujian terhadap 10 calon yang sudah lolos seleksi. Kecuali tiga nama yang jelas-jelas tidak melanggar dan tidak memenuhi ketentuan dipersyaratkan pansel.

Sikap Ta'in Komari tersebut ternyata mendapat dukungan dari masyarakat dan netizen. Misalnya, Zainal Abidin Kans dalam akun facebooknya mengatakan, wajib kiranya Ketua Ombudsman menanggapi dan segera merekomendasikan agar pansel Kaper ombudsman Kepri mendiskualifikasi calon-calon yang jadi catatan serta mendengar alasan-alasan yang mendasar sudah dijelakan pelapor, Ta'in Komari.
 
Diberitakan sebelumnya, Pansel Kaper Ombudsman Kepulauan Riau sudah meminta masukan kepada masyarakat di wilayah tersebut agar mendapatkan kepala perwakilan yang profesional, integritas dan berkualitas.

"Panitia seleksi kepala perwakilan Ombudsman RI tahun 2018 untuk wilayah Kepri menerima 19 berkas yang mendaftar sebagai calon kepala perwakilan," kata Humas Ombudsman Perwakilan Provinsi Kepri, Agung Setio Apriyanto di Batam, Kamis lalu.

Agung mengatakan, dari jumlah tersebut yang lulus pada tahap administrasi hanya 10 orang. Peserta yang lulus pada tahap administrasi lanjut Agung telah diumumkan secara resmi pada Jumat (18/5) lalu di website www.ombudsman.go.id.

Menurutnya, 10 peserta tersebut mengikuti tes tertulis pada hari Senin tanggal 22 di kantor perwakilan Ombudsman Kepri di gedung Graha Pena. Hasil tes tertulis lanjut Agung langsung diumumkan pada Senin malam dan hanya menyisakan empat orang yang berhak mengikuti seleksi berikutnya. "Keempatnya itu ada bapak Arham, bapak azwardi, bapak Herman Prasetyo, dan bapak Lagat Parroha Patar Siadari," kata dia. (*)
 
 
 

Penulis: Indra H Piliang
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus