Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kinerja Tak Sesuai Target, Kepala Satker Bakal Dicopot

Rabu, 03 April 2013


PELALAWAN-Bupati Pelalawan, HM Harris mengaku belum puas dengan kinerja satuan kerja yang ada sekarang. Karena itu, Harris kembali memberikan sinyal untuk melakukan mutasi jabatan sejumlah pimpinan satker.

"Sekitar bulan Juli nanti, kita akan melakukan mutasi kembali di kalangan pimpinan kepala dinas. Paling lambat, Agustus sudah ada pejabat yang diganti atau dicopot dari posisinya sekarang," kata Harris, Selasa (2/4) di Pangkalan Kerinci.

Upaya Harris merombak susunan pejabat eselon II itu sesuai janjinya ketika mutasi Desember 2012 lalu. Para pejabat yang dilantik saat itu akan diganti bila tidak mencapai target kerja yang baik. Pemkab telah memberikan indikator dan target yang mesti dicapai kepada masing-masing pejabat ketika mereka menduduki jabatannya tersebut. Dari pencapaian yang dilakukan, pemerintah akan memberikan penilaian sebagai pertimbangan layak tidaknya seorang pejabat memegang jabatan tertentu.

Bila tidak layak dan masih jauh dari target yang diberikan, maka yang bersangkutan akan dicopot dan diganti dengan pejabat lain. Janji para kepala dinas tersebut, kata Harris, tertuang dalam penandatanganan Pakta Integritas ketika mereka dikukuhkan dalam Surat Keputusan pelantikan.

Sehingga, tidak ada alasan mempertahankannya. Apalagi, para kepala dinas diberikan kewenangan memilih siapa anak buah atau bawahannya yang bisa bekerja sama pada dinas yang dipimpinnya. Semestinya, kata Harris, dengan kondisi itu bisa mendongkrak kinerja dalam menjalankan program yang ada.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Pelalawan, Eliman Manurung menyatakan dukungannya terhadap upaya pembenahan yang dilakukan bupati. "Bupati sebagai pemimpin memang harus jeli melihat bawahan atau pejabat kurang mampu melaksana tugasnya sesuai aturan dan program yang telah ditetapkan. Bila ada indikasi ketidakmampuan, sebaiknya dicopot dan diganti dengan pejabat lain yang layak menduduki posisi itu," katanya.

Eliman menilai, sistem penempatan orang tepat pada posisi tepat hingga sekarang belum sepenuhnya dilakukan. "Sekarang sudah saatnya kita menempatkan orang layak secara kualitas, latar belakang dan ilmu pengetahuan dimiliki memegang jabatan cocok. Jangan lagi berlandaskan kepentingan atau lain hal," tukasnya. (trp/eri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus