Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

KLHK Targetkan 518.418 Hektare HTI di Kawasan Gambut Jadi Hutan Alam

Jumat, 12 Januari 2018

Kebakaran hutan melanda Riau beberapa waktu lalu. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan, hutan produksi seluas 518.418 hektare (ha) untuk dikonversi menjadi hutan alam mulai 2017 hingga 2026.

"Luasan tersebut didapatkan dari 31 perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada pada fungsi lindung gambut," kata Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah dalam paparan kinerja dan implementasi kebijakan pemulihan ekosistem gambut, Kamis kemarin.

Dijelaskan, dari 31 perusahaan tersebut telah mendapatkan pengesahan revisi Rencana Kerja Usaha (RKU) berupa surat keputusan, terkait rencana pemulihan dan penetapan titik penataan tinggi muka air tanah dengan luas Fungsi Ekosistem Gambut (FEG) 1.105.125 ha. Angka itu terdiri dari fungsi lindung seluas 717.583 ha dan fungsi budidaya seluas 387.542 ha.

Sebelumnya, Kementerian LHK telah menerbitkan surat perintah pemulihan terhadap 87 perusahaan HTI yang masuk dalam fungsi ekosistem gambut dengan luas area 2.443.648 ha. Namun hingga akhir Desember 2017 baru 31 perusahaan HTI yang mendapat pengesahan revisi RKU.

Setelah dilakukan pembahasan, seluruh pihak menyepakati rencana pemulihan ekosistem gambut dan penetapan titik penataan tinggi muka air tanah manual, titik pemasangan alat pengukur tinggi muka air tanah otomatis, serta titik stasiun pemantauan curah hujan.

Sementara itu, sebanyak 14 perusahaan HTI telah dilakukan penetapan titik penataan tinggi muka air tanah melalui mekanisme kelaikan. Seluas 679.962 ha terdiri dari fungsi lindung seluas 388.159 ha dan fungsi budidaya seluas 291.803 ha.

Sisanya, sebanyak 43 perusahaan belum mengajukan dokumen rencana pemulihan ekosistem gambut dan usulan titik penataan tinggi muka air tanah luas fungsi ekosistem gambut 455.417 ha. Angka itu berupa fungsi lindung 177.138 ha dan fungsi budidaya 278.279 ha.

Namun melalui pembahasan teknis, KLHK telah menetapkan 3.932 unit titik penataan tinggi muka air tanah, 397 data logger dan 169 unit stasiun curah hujan kepada 45 perusahaan HTI yang belum mengajukan dokumen pemulihan tersebut. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus