Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kota Padang Masih Berstatus Siaga

Rabu, 25 Juli 2012


PADANG-Kota Padang masih berada dalam status siaga darurat, setelah beberapa sungai setempat meluap dan menimbulkan banjir bandang. Sebanyak enam orang warga dinyatakan hilang, karena terseret banjir di kawasan Limau Manih. Sementara dua orang lainnya terperangkap di laut Muaro Universitas Bung Hatta.

Sementara itu, sungai yang terendam adalah hilir Sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Seberang Padang dan Batang Arau, sungai Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo yang menyebabkan perumahan di Banda Gadang, Kelurahan Gunung Pangilun, terendam banjir. Bantaran hulu hingga ke hilir sungai Batang Kuranji juga meluap sampai ke daerah Limau Manih, Kuranji dan Siteba.

Saat ini, setidaknya terdapat 17 Kepala Keluarga di kawasan Kampus Unand Limau Manis, Kecamatan Pauh yang terisolir akibat banjir. Sementara itu, ratusan warga di daerah itu telah berhasil dievakuasi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, PMI, tim SAR, relawan dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

Akibat banjir bandang, sampai siang ini, aliran listrik masih mati. Beberapa tiang listrik terlihat roboh diterjang aliran air. Tim penanggulangan bencana masih berusaha mengeluarkan warga dari lokasi air bah, dengan menggunakan tali dan pelampung. 

Sementara di kawasan Tabing Bandar Gadang, Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, puluhan rumah terendam air kiriman dari arah By Pass. Kepala Bidang Damkar, Edy Asri mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas ke Nanggalo untuk melakukan evakuasi. Namun belum diketahui beberapa rumah yang terendam air. 

Cuaca Ekstrim
Kepala Pusat Pengdali Operasional BPBD Sumbar, Ade Edward memastikan, enam orang hilang atau diperkirakan hanyut di kawasan Lubuk Kilangan. Hujan lebat disertai badai ini, kata Ade, tak hanya akan terjadi di Padang, tapi juga di kawasan pesisir Sumatera Barat. Ini terjadi karena cuaca ekstrim.

Akibat cuaca ekstrim, kapal Ambu Ambu yang berangkat dari Bungus menuju Mentawai sekitar pukul 17.00 WIB, terpaksa kembali menuju pelabuhan Bungus sekitar pukul 20.00 WIB. “Sampai saat ini belum ada konfirmasi keberangkatan kembali. Beberapa penumpang memilih kembali ke Kota Padang,” katanya.

Sementara ini, data yang berhasil dihimpun menyebutkan, kerusakan akibat banjir Bandang Selasa malam meliputi, 20 unit rumah di Kecamatan Nanggalo, 10 unit rumah di Kecamatan Pauh. Tiga unit jembatan di Pauh rusak, satu unit Musala di Pauh juga rusak dan belum diperoleh data pasti korban jiwa. "Kami masih di lapangan sedang menginventarisir kerusakan dan korban jiwa. Namun kami belum dapat memastikan berapa korban jiwa atas banjir kali ini," kata Budhi Erwanto, Kepala BMPK Kota Padang. (hal/deb)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus