Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

KPK Kembali Periksa Tiga Saksi Kasus Tipikor Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Bengkalis

Jumat, 14 September 2018

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-KPK kembali memeriksa tiga orang dalam kasus dugaan Tipikor Proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (14/9/2018). Sehari sebelumnya, penyidik sudah memeriksa dua saksi dalam kasus tersebut. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pemeriksaan tersebut. "Benar kita periksa tiga saksi hari ini," ujarnya. 

Dikatakan, tiga orang yang diperiksa KPK terdiri dari Kepala Bappeda Bengkalis Jondi Indra Bustian dan dua orang PNS. "Kepala Bappeda dan dua PNS," tambahnya. 

Sehari sebelumnya di tempat yang sama, KPK juga telah memeriksa dua saksi. Di antaranya Kabid Kelautan Dinas Perhubungan Bengkalis Huri Agusfriandi. Saat itu, Huri merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. 

Saat proyek dilaksanakan, Huri menjabat Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis. Namun, ketika dijumpai media, Huri tak sedikit pun memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya. 

Febri menyebut, tiga saksi tersebut dimintai keterangan untuk tersangka Muhammad Nasir. Menurutnya, penyidik sedang mendalami kasus tersebut sebelum perkara ditingkatkan ke proses hukum selanjutnya. 

"Diperiksa untuk MNS. Penyidik perlu mendalami terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan nyirih di Kabupaten Bengkalis," kata Febri. 

Beberapa waktu lalu, KPK juga telah memeriksa belasan saksi. Seperti Bupati Bengkalis Amril Mukminin, beberapa anggota DPRD Bengkalis dan sejumlah pejabat Pemkab Bengkalis. 

Sedangkan dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka, yaitu Sekdako Dumai M Nasir yang saat itu menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) kala masih menjabat sebagai Kadis PU. Tersangka kedua adalah Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.  

Keduanya disangkakan sudah memperkaya diri sendiri atau korporasi, terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013-2015. Dalam kasus itu, indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar.  

Selain memeriksa belasan saksi, KPK telah menggeledah beberapa tempat di Bengkalis, termasuk rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen, termasuk uang Rp1.9 miliar. (*)



 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus