Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

KPK Periksa 3 Mantan PNS Pelalawan Untuk Tersangka Rusli

Rabu, 24 April 2013


PEKANBARU-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga mantan pegawai negeri sipil yang sebelumnya bertugas pada Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan, terkait kasus korupsi penerbitan izin pengelolaan hutan. Pemeriksaan dilakukan di Ruang Visualisasi Tugas Kepolisian, Kompleks Sekolah Polisi Negara Pekanbaru, Rabu (24/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tiga orang mantan PNS tersebut masing-masing diketahui bernama Epi Wiljaya, Edwar Manurung dan Amrus Vairus yang datang ke ruang pemeriksaan secara bersamaan. Informasi dari penyidik yang melakukan pemeriksaan menyebutkan, pemeriksaan ketiga orang tersebut terkait kasus korupsi kehutanan dengan tersangka Gubernur Riau, HM Rusli Zainal.

Pemeriksaan untuk ketiganya dilakukan bersamaan dihadapan lima penyidik KPK. Hingga melewati pukul 11.00 WIB, pemeriksaan masih terus berlangsung secara tertutup dengan pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Beberapa saat kemudian, mantan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Kasiarudin yang diperiksa penyidik KPK. Kasiarudin datang seorang diri pukul 10.30 WIB. Selain Kasiarudin, KPK turut memeriksa Eli, staf Biro Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau yang datang tidak lama setelah Kasiarudin.

Keduanya diperiksa bersamaan dengan ketiga mantan PNS Pelalawan di Ruang Visualisasi SPN Pekanbaru. Penyidik KPK menyebutkan, Kasiarudin dan Eli diperiksa terkait kewenangan Rusli Zainal atas pengeluaran izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Pelalawan Riau periode 2001-2006.

Kasiarudin mengatakan, dirinya mendapatkan surat pemanggilan dari penyidik KPK, Senin (22/4) dan sifatnya rahasia. Kasiarudin mengaku, sekarang dirinya tidak lagi menjabat Kepala Biro Hukum, namun Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau. Kasiarudin sendiri telah beberapa kali diperiksa penyidik KPK untuk kasus yang sama.

Di sisi lain, KPK telah menetapkan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal sebagai tersangka dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Pelalawan Riau periode 2001-2006. Rusli sendiri dikenakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 tentang penyelenggara negara yang menyalahgunakan kewenangannya.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi atas pengeluaran izin pengelolaan hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau dengan sejumlah pejabat setempat telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru Riau.

Mereka adalah Tengku Azmun Jaafar, mantan Bupati Pelalawan, Arwin As, mantan Bupati Siak, Asral Rahman, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2002-2003, kemudian Syuhada Tasman yang merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2003-2004 dan Burhanuddin Husin yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau 2005-2006. (anr/zul)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Selasa, 17 September 2019 - 20:10:50 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:23:19 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:04:32 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 15:42:31 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 12:38:08 WIB


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus