Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

KPK Periksa Bupati Amril Mukminin, Konfirmasi Dugaan Aliran Dana dari Perusahaan

Kamis, 07 Juni 2018

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015. Sebelumnya penyidik sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas Bupati Amril Mukminin. 

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen, termasuk uang Rp1,9 miliar. Saat ini, KPK sudah memeriksa 14 saksi. Hari ini, Kamis (7/6/2018) penyidik memanggil 4 saksi ke Mako Brimob Polda Riau di Pekanbaru. Dimana satu di antaranya adalah Bupati Amril Mukminin. Informasi yang beredar menyebut, mereka diperiksa untuk dimintai keterangan seputar kasus korupsi pembangunan jalan yang telah memiliki dua tersangka. 

“Hari ini ada empat saksi yang dipanggil penyidik ke Mako Brimob Polda Riau. Termasuk Bupati Amril Mukminin. Sesuai kebutuhan penyidikan, KPK sudah mengagendakan pemeriksaan kepala daerah dan anggota DPRD Bengkalis untuk menggali proses pembahasan anggaran di DPRD. Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil datang memenuhi kewajiban hukum tersebut,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis kepada FokusRiau.Com, Kamis (7/6/2018).

Ditambahkan, untuk saksi Bupati Amril Mukminin dipanggil untuk mengkonfirmasi terkait asal usul uang Rp1,9 miliar yang ditemukan di rumah dinasnya saat penggeledahan minggu lalu.

 "Penyidik ingin mengkonfirmasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait proyek tersebut," ujarnya.

Sebagai tambahan, dalam kasus ini KPK menetapkan dua tersangka, yakni Sekdako Dumai M Nasir yang saat itu merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika masih menjabat sebagai Kadis PU. Tersangka kedua adalah Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. 

Keduanya disangkakan telah memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih yang mengindikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp80 miliar. (*)


 
 
Penulis: Boy Surya Hamta
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus