Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin Tersangka Suap Proyek Jalan Rp 5,6 Miliar

Kamis, 16 Mei 2019

Bupati Bengkalis Amril Mukminin. (Foto:Merdeka.com)

BENGKALIS-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan satu orang lainnya, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yakni Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar.

"Setelah mencermati proses penyidikan dan fakta-fakta yang muncul di persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dan sebuah perkara baru sehingga KPK melakukan penyidikan untuk dua perkara," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Pertama, dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015. Kedua dugaan suap terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Dalam dua perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka.

"Pada perkara pertama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015," ucap Syarif.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

"Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp 105,88 miliar. Di mana tersangka MK diduga diperkaya Rp 60,5 miliar," kata Laode.

Atas perbuatannya, Makmur disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Bupati Bengkalis 2016-2021 Amil Mukminin (AMU) dalam perkara dugaan penerimaan suap atau gratifikasi, terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. "Tersangka AMU (Amril Mukminin) diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp 5,6 miliar," tegas Laode.

Amril diduga sempat menerima Rp 2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multi years tahun 2017-2019. Setelah menjadi Bupati Bengkalis, Amril diduga melakukan pertemuan dengan perwakilan PT CGA. Dalam pertemuan tersebut PT CGA diduga meminta agar bisa segera tanda tangan kontrak. 

Sang bupati menyanggupi. Amril kembali menerima Rp 3,1 miliar pada 2017 dengan mata uang dolar Singapura. "Penyerahan-penyerahan ini diduga untuk memuluskan proyek yang akan digarap oleh PT CGA," ulasnya.

Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk M Nasir dan Hobby Siregar telah didakwa memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Tahun Anggaran 2013-2015. Dalam kasus ini, dugaan kerugian keuangan negara yang telah dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah sekitar Rp 105,88 miliar.(*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 20 Mei 2019 - 09:16:09 WIB
      Minggu, 19 Mei 2019 - 17:03:07 WIB
      Minggu, 19 Mei 2019 - 17:02:47 WIB
      Minggu, 19 Mei 2019 - 16:38:46 WIB
      Minggu, 19 Mei 2019 - 16:28:39 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus