Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Kualitas Udara Berbahaya, Libur Sekolah di Pekanbaru Riau Diperpanjang

Minggu, 22 September 2019

ISPU menunjukan kualitas udara berbahaya. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kualitas udara di Pekanbaru, Riau terus memburuk. Data BMKG menyebut, kategori udara di Pekanbaru berada di posisi antara tidak sehat dan berbahaya. Kondisi itu berlangsung sejak dua pekan terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak menjadi korban asap, Dinas Pendidikan Pekanbaru kembali memperpanjang masa libur sekolah. "Berdasarkan hasil rapat, disepakati libur sekolah kembali diperpanjang sampai 24 September," kata Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, Minggu (22/8/2019).

Dia meminta seluruh guru dan tenaga pendidik mengikuti Salat Istisqa yang rencananya akan berlangsung di Masjid Agung An Nur, Selasa (24/9/2019) lusa. Karena kabut asap berbahaya, para guru diminta menggunakan masker saat istisqa. "Para guru dan tenaga kependidikan diminta melaksanakan salat istisqa, Selasa lusa jam 07.30 Wib di halaman Masjid Raya An-Nur," katanya.

Disdik Pekanbaru mengambil kebijakan meliburkan sekolah sudah lima kali. Setiap kali keputusan, libur dilakukan selama dua hari mengingat kondisi asap dalam dua pekan terakhir yang terus memburuk.

Meski libur, Jamal mengingatkan pelajar tidak beraktivitas di luar rumah. Karena kondisi kabut asap sangat membahayakan kesehatan mereka. Untuk menyiasati agar anak-anak tetap dapat belajar, Jamal meminta para guru memberikan tugas. "Kita juga minta guru untuk memberikan pelajaran dan tugas tambahan untuk anak di rumah," lanjutnya.

Untuk diketahui, hari ini kualitas udara Pekanbaru berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah Pm 10 di angka 415 dengan kualitas berbahaya.

Secara umum kualitas udara Pekanbaru hampir dua pekan terakhir fluktuatif dengan kecenderungan belum membaik. Sejak Selasa pekan lalu Pm 10 di angka 111, sementara Rabu (11/9/2019) berada di 118 dan sekarang mencapai 415. Belum diketahui kapan anak-anak bisa menikmati pendidikan kembali di sekolah. (*)


 
  
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus