Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

LAM Riau Beri Pembekalan Muatan Lokal BMR kepada Seluruh Kepala SD/MI di Pekanbaru

Kamis, 26 Oktober 2017

Datuk Seri Al Azhar menyampaikan pembekalan. (Foto:Andi Affandi/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau memberikan pembekalan kepada seluruh Kepala SD/MI di Pekanbaru, tentang penerapan kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (BMR), Rabu (25/10/2017). Para pimpinan SD/MI juga diajak berdiskusi tentang mata pelajaran yang akan diterapkan tersebut.

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Seri Al Azhar usai kegiatan yang dilaksanakan di Balairung Tenas Effendi LAM Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru kepada fokusriau menuturkan, BMR merupakan muatan lokal wajib bagi sekolah-sekolah di Riau, mulai dari Play Group (PAUD), SD, SMP dan SMA.

Hal itu termaktub dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Riau No. 72 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau dan Perda Riau No. 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Pada kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Pekanbaru itu, Datuk Al Azhar memberikan pembekalan untuk membuka wawasan para Kepala Sekolah, bahwa Melayu Riau itu luas. Budaya Melayu juga penting sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah.

"Lebih lagi, pada kurikulum 2013 (K13) itu bukan lagi berorientasi pada kecerdasan kognitif, tetapi pada watak. Nah, pembentukan watak itu banyak sekali terdapat dalam khasanah budaya Melayu," kata Datuk Al Azhar.
 
Ratusan peserta pembekalan dan diskusi panel. (Foto:Andi Affandi/FokusRiau.Com) 
 
Pembelajaran BMR sendiri selain untuk memperkenalkan budaya Melayu Riau, juga untuk pembentukan watak sebagaimana tuntutan dalam arah pendidikan dewasa ini.

Ada 13 aspek yang dijelaskan oleh Datuk Al Azhar dalam kegiatan tersebut, di antaranya mulai dari nilai-nilai asas, adab dan adat Melayu, bahasa Melayu, kearifan ekologis, ekonomi, teknologi, kesenian Melayu hingga kepemimpinan dalam Melayu. 

Bagi LAM Riau, muatan lokal BMR ini penting sebagai cara untuk pembudayaan budaya Melayu kepada anak didik. "Agar budaya Melayu itu menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari sebagai simbol atau pun warisan saja," paparnya.

Untuk penyusunan kurikulum, akan dilakukan oleh LAM dan DInas Pendidikan, sebagaimana yang teraktub dalam Pergub. Peranan LAM sendiri terutama pada verifikasi materi. Saat ini LAM juga sedang menyusun buku untuk pegangan guru di sekolah.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abu Bakar dalam diskusi panel dengan para kepala sekolah menuturkan, Muatan Lokal ini sebenarnya sudah lama diwacanakan. Ketika regulasi seperti Perda dan Pergub pelaksanaanya sudah lahir, pelaksanaannya kembali terkendala pada masalah anggaran.

Menjawab pertanyaan peserta diskusi soal guru yang belum memahami budaya Melayu, kepada kepala daerah agar serius menganggarkan program ini dalam APBD dan LAM akan mengawal ini. "Pemerintah dan DPRD kita harap untuk menganggarkan agar pelajaran BMR yang masuk dalam muatan lokal ini bisa berjalan," kata Datuk Syahril.
 
 
Ketua DPH LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar dan Ketua Dewan Pendidikan Riau H Zulkarnaen Noerdin foto bersama peserta Pembekalan dan Diskusi Panel. (Foto:Andi Affandi/FokusRiau.Com) 
 
"Selama ini masih wacana saja, tak mungkin ini akan berjalan. Semua butuh anggaran, pembekalan guru, penyusunan materi dan buku ajar. Kita harapkan di 2018 nanti sudah teranggarkan dan bisa terlaksana," kata Ketua DPH LAM Riau.

Sebetulnya, kata Datuk Syahril Abu Bakar, pelajaran Muatan Lokal BMR ini tidak lagi bisa dianggap sebagai mata pelajaran sampingan, tetapi tergolong pada pelajaran utama. Muatan Lokal sendiri erupakan ata pelajaran yang ada di seluruh Indonesia, hanya untuk tingkat lokal di Riau diabil Budaya Melayu Riau. 

"Kita juga ingin mata pelajaran ini tak hanya pengenalan saja, tetapi agar bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan pembekalan tersebut Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Zulkarnain Noerdin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. H. Nurfaisal, M.Pd, Kabid Pembinaan SD Drs. Darisman, M.Pd serta Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Firdaus. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus