Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Lantik Pj Kades Rawa Mangun Inhu, Yopi: Kades Jangan Coba Bermain dengan ADD

Selasa, 14 November 2017

Bupati H Yopi Arianto memberikan sambutan. (Foto:Obrin/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HULU-Bupati H Yopi Arianto mengingatkan seluruh kepala desa di Inhu, Riau untuk tidak bermain dengan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Semua harus menggunakan ADD sesuai dengan peruntukan dan aturan yang ada, agar tidak terjerat dalam persoalan hukum.

Demikian disampaikan H Yopi usai melantik Pj Kepala Desa Rawa Bangun, Kecamatan Rengat, Senin kemarin. Menurutnya, pejabat yang baru dilantik supaya bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kades lama yang telah mendedikasikan diri dan mengabdi untuk memajukan desa.

Pelantikan Pj Kades ini merupakan yang ke 39 sejak beberapa bulan terakhir dari 55 desa di Inhu yang akan menyelenggarakan Pilkades serentak, 9 Desember 2017 mendatang. "Kepada Pj Kades yang baru dilantik kiranya memperbaiki apa yang masih kurang dan yang sudah sempurna supaya dilanjutkan," pesannya. 

Pada kesempatan itu, H Yopi mengaku bersyukur, karena bisa silaturahmi dengan masyarakat Rengat, khususnya Desa Rawa Bangun. "Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Rawa Bangun," ujarnya.

Diakui, dirinya cukup prihatin dengan penggunaan kondisi ADD maupun Dana Desa. "Kalau bicara desa, saya sangat prihatin. Kenapa, karena saat ini masih terjadi polemik penggunaan ADD di desa-desa. Hal ini tentunya tidak terlepas dari banyaknya uang yang beredar di desa yang kurang cakap dalam mengelolanya," urai H Yopi.

Diterangkan, beberapa bulan lalu dirinya bersama gubernur diundang Presiden Jokowi membahas persoalan desa. Dalam catatan presiden, ada 900 desa yang bermasalah. "Saya ingatkan para kades di Inhu agar jangan sampai ada yang melakukan penyimpangan anggaran. Kalau mau cari kaya dengan jadi kades," tegasnya.

Di sisi lain, jelang Pilkades serentak, H Yopi mengingatkan para calon untuk tidak coba-coba. "Kalau hanya coba-coba mendingan gak usah saja maju, sebab biasanya kalau seperti itu desa malahan tidak akan maju. Karena kalau belum merasakan, kelihatannya mudah saja, namun kalau sudah menjalani sulit dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk dana desa, yang menyaksikan dan mengawasi banyak. Ada Inspektorat, Kepolisian, BPK, Kejaksaan bahkan KPK. Maka itu gunakanlah sesuai ketentuan, jangan sampai menyimpang," ungkapnya. (obrin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus