Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Lempar Petasan ke Mapolda Riau, Kedua Pelajar SMP Ini Terpaksa Harus Berurusan dengan Polisi

Jumat, 10 Mei 2019

Ilustrasi. (Istockphoto/menonsstocks)

PEKANBARU-Dua pelajar SMP di Kota Pekanbaru, Riau terpaksa harus berurusan dengan kepolisian, setelah mereka melempari Mapolda Riau dengan petasan. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau AKPB Fadly Munzir Ismail mengatakan, kedua remaja di bawah umur itu berinisial IV dan WH dan sekarang sudah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum.

"Tadi kami ada mengamankan dua orang pelajar SMP, mereka melempari Mapolda dengan mercon," kata Fadly, Jumat dini hari WIB.

Aksi tidak terpuji itu dilakukan dua remaja tersebut, Kamis (9/5/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Fadly mengatakan, kedua remaja itu diamankan anggotanya yang kebetulan melintas sesaat kedua bocah itu melempari Mapolda Riau yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru dengan petasan.

Belum diketahui jelas motif dua ABG tersebut melempar petasan ke Mapolda Riau. Namun, Fadly menduga aksi itu buntut dari upaya Polda Riau yang melakukan razia kendaraan bermotor secara masif pada Kamis malam hingga Jumat dinihari.

Ratusan kendaraan bermotor didominasi roda dua diangkut tim gabungan Polda Riau dalam operasi tersebut. Rata-rata kendaraan bermotor itu terlibat kegiatan tidak positif dan cenderung membahayakan, seperti balap liar dan lainnya. "Kemungkinan mereka tidak senang atau tidak terima dengan kegiatan yang kami lakukan malam ini," ujarnya.

Sementara itu, razia yang melibatkan Ditlantas Polda Riau bersama dengan Satuan Brigade Mobil Polda Riau mengamankan ratusan kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di Pekanbaru.

Kendaraan yang terjaring razia itu rata-rata dikendarai remaja dengan cara ugal-ugalan hingga balapan liar. Motor tersebut langsung dilakukan penilangan dan baru akan dilepas setelah Lebaran. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Fadly mengatakan kegiatan razia itu dilakukan seiring peningkatan aksi kriminalitas, yang puncaknya terjadi aksi pengeroyokan hingga berujung kematian seorang remaja sesama anggota geng motor.

"Beberapa hari belakangan angka kriminal yang dilakukan oleh pelajar meningkat. Seperti kemarin terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh remaja dibawah umur, yang diduga merupakan anggota geng motor," ujarnya. (*)





 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus