Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Lima Bulan, Polda Riau Amankan 159 Kg Sabu, 101.992 Butir Ekstasi dan 28,9 Kg Ganja

Selasa, 29 Mei 2018

Ekspose narkoba disampaikan Polda Riau. (Foto:Antara)

PEKANBARU-Polda Riau bersama jajarannya sepanjang Januari-Mei 2018 berhasil mengungkap 581 perkara tindak pidana narkotika. Dimana total barang bukti yang diamankan mencapai 159,17 kilogram sabu-sabu bernilai ratusan miliar rupiah.

"Kondisi itu sudah sangat mengkhawatirkan," kata Kapolda Riau Irjend Pol Nandang di Pekanbaru, Senin kemarin.

Dikatakan, sepanjang 2017 lalu, Polda Riau dan jajaran hanya menyita 120 kilogram sabu dari ratusan kasus yang diungkap. Sementara, dalam lima bulan ini saja jumlah sitaan meningkat signifikan mencapai 159 kilogram sabu. Selain itu, menurut kapolda, kepolisian turut menyita narkoba jenis ekstasi yang mencapai 101.992 butir dan 28,9 kilogram ganja kering.

Berdasaran data yang dirilis Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu terbanyak dengan 87 kasus dan 117 tersangka. Polres Bengkalis juga menyita 62,98 kilogram sabu-sabu atau menjadi satuan wilayah dengan barang bukti sabu terbanyak.

Selanjutnya Direktorat Reserse Narkoba menempati posisi kedua dengan barang bukti mencapai 57,7 kilogra sabu dari 42 perkara, Polres Dumai 21 kilogram sabu, Polresta Pekanbaru 11 kilogram sabu dan Polres Rokan Hilir 3,6 kilogram sabu.

Untuk itu, Nandang menginstruksikan seluruh jajarannya menindak tegas pengedar dan bandar narkoba dengan menjerat pasal tindak pidana pencucian uang atau TPPU. "Saya perintahkan, setiap pengedar atau bandar narkoba tidak cukup hanya dijerat dengan Undang-Undang Narkotika, tapi harus dimiskinkan melalui TPPU," perintah Nandang.

Dijelaskan, untuk menjerat setiap bandar dan pengedar narkoba dengan pasal pencucian uang, Polda Riau telah menjalin kerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.

Dengan koordinasi tersebut, akan dapat diketahui asal dana yang dikuasai oleh penjahat narkoba serta aliran dana begitu juga aset-aset lainnya. Tujuannya, tidak lain adalah memiskinkan setiap orang yang terlibat dalam mengedarkan barang haram tersebut. "Itu bisa jadi pidana ke dua, pencucian uang. Bukan hanya kejahatan narkoba saja yang kita ungkap. Dari PPATK bisa keliatan aliran uangnya," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus