Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Luar Biasa.. 2 Murid SD STIC Madinatul Ulum Siak Jadi Finalis Olimpiade Sains Kuark

Minggu, 11 Juni 2017

Bupati Syamsuar bersama kedua finalis dan guru pembimbing. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Dua murid SD Sains Tahfiz Islamic Center (STIC) Madinatul Ulum Kabupaten Siak, Muhammad Fatih Arroyan (kelas 2) dan Fazila Nisa (kelas 3) berhasil memasuki babak final Olimpiade Sains Kuark (OSK) yang berlangsung di Universitas Pembangunan Jaya, Tanggerang, Sabtu-Minggu (10-11/6/2017). 

Keduanya didampingi guru pembimbing Anisa Fitri Nurhalida dan orang tua masing-masing. Menurut Anisa, OSK merupakan olimpiade bidang sains/IPA tingkat SD dan menjadi acara tahunan yang digelar PT Kuark Internasional di Jakarta.

“Ada tiga tahapan yang harus dilalui peserta. Pertama tahap penyisihan diikuti 93.000 peserta dari seluruh Indonesia. Kemudian semifinal menyisakan 45.000 orang dan tahap final yang diundang ke Jakarta sekitar 300 orang dengan nilai tertinggi," ulasnya.

Disebutkan, SD Sains Tahfiz Islamic Center (STIC) Madinatul Ulum Siak sudah empat kali menjadi finalis. "Kami selalu melakukan pembinaan kepada murid-murid yang dilakukan setiap minggu dalam jadwal ekstrakurikuler. OSK dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk mendorong anak-anak meraih kualitas yang lebih baik. Dalam hal ini bukan soal kalah dan menang, melainkan tentang menikmati proses belajar, sekaligus bisa memotivasi anak-anak yang lain," tukasnya.

Diketahui, kepesertaan OSK terbuka untuk seluruh siswa SD. Karena itu, OSK memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merasakan kompetisi tanpa harus terkendala nilai rapor atau peringkat kelas. Kompetisi tersebut dibagi menjadi tiga level, level satu khusus untuk siswa SD kelas satu dan dua. Level dua bagi siswa kelas tiga dan empat. Level tiga, untuk siswa kelas lima dan enam. Jadi, hanya ada 100 anak dengan raihan nilai tertinggi pada masing-masing level yang masuk babak final olimpiade.

Bupati Syamsuar saat bertemu dengan siswa dan guru pendamping SD STIC Madinatul Ulum Siak berharap, melalui kompetisi tersebut anak-anak akan lebih mencintai sains. "Saya ingin anak Siak menjadi generasi muda yang hebat, bisa membuat dan menciptakan hal baru yang bisa bermanfaat, seperti anak dari Aceh yang membuat pohon kedondong jadi sumber energi listrik," ungkapnya. (*adi fadhilahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus