Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Lukman Edy Minta Masyarakat Hormati Kasus Hukum Gubri

Jumat, 22 Februari 2013


PEKANBARU-Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Lukman Edy mensinyalir adanya upaya politisasi dan penghakiman luar biasa terhadap kasus hukum yang menimpa Gubernur Riau, HM Rusli Zainal. Lukman mengaku prihatin dan meminta masyarakat untuk menghormati serta mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jangan lupakan jasa-jasa Rusli membangun Riau. Saat Pak Rusli memimpin Riau, pembangunan Riau meningkat seperti yang bisa kita lihat dan saksikan hari ini," ujar Lukman Edi melalui rilis Pemerintah Provinsi Riau, Kamis (21/2).

Menurut Lukman, sejak Riau menjadi provinsi definitif tahun 1958 sampai periode orde baru berakhir, hampir tidak ada pembangunan yang berarti di Riau. Padahal, Riau adalah lumbung devisa terbesar negara dengan kontribusi sekitar 43 persen produksi minyak nasional.

"Zaman orde baru untuk menjadi pemimpin, apalagi jadi gubernur bagi anak Riau hanya sekedar mimpi. Sebab, ketika itu gubernur ditunjuk dan ditentukan dari pusat. Tapi apa yang mereka perbuat untuk Riau? Riau hanya dijadikan sapi perahan. Hampir semua hasil kekayaan alam Riau diangkut ke pusat tanpa menyisakan untuk pembangunan Riau," kata Lukman.

Setelah reformasi bergulir, Rusli Zainal membuktikan diri sebagai Gubernur Riau yang memacu pembangunan dalam berbagai bidang. "Ini fakta yang harus kita apresiasi," kata Lukman

Diungkapkan, ada pihak-pihak tertentu yang sangat ingin melihat Rusli 'babak-belur'. "Saya mendengar ada yang sangat haus kekuasaan, lalu menghalalkan semua cara. Bahkan sampai bayar-bayar orang untuk demo Pak Rusli. Ini jelas-jelas tidak sesuai dengan adat budaya Melayu yang santun. Bahkan sekiranya pun Pak Rusli bersalah secara hukum, tidak patut kita menghina-dina beliau," paparnya.

Lukman khawatir, bila kasus Rusli Zainal dipolitisasi secara luar biasa, bisa-bisa terjadi konflik horizontal di Bumi Lancang Kuning. "Kita semua pasti tidak menginginkan hal itu," ujarnya. (kcm)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus