Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Mahasiswa Desak Kejaksaan Tuntaskan Penanganan Perkara Korupsi DPRD Inhu Riau

Senin, 05 Agustus 2019

Aksi demonstrasi mahasiswa memperoleh pengawalan aparat. (Foto:Obrin/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HULU-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indragiri Hulu, Senin (5/8/2019) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Inhu. Mereka mendesak kejaksaan serius menangani perkara korupsi di DPRD.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tiga poin tuntutannya. Pertama meminta Kejari memberantas tuntas korupsi di Kabupaten Inhu secara profesional dan tidak tebang pilih.

Kedua meminta Kejari mengusut dan menyidiki kasus dugaan korupsi kelebihan bayar anggota dewan sebesar Rp1,7 miliar dan menetapkan tersangka. Ketiga meminta Kejari mengusut tuntas kasus 40 anggota dewan yang diduga terlibat korupsi SPPD fiktif sebesar Rp45 miliar.

"Korupsi berjamaah di DPRD Inhu sudah pernah terjadi sebelumnya saat Pemerintahan Raja Thamsir Rachman. PM Inhu dan IKM INPAD tidak ingin lembaga legislatif menjadi sarang koruptor," ujar Ilham Permana, koordinator aksi.

"Kami melakukan demo tidak ditunggangi pihak manapun. Ini murni iuran Rp100.000 per orang untuk melakukan demo meminta Kejaksaan mempercepat penuntasan  perkara dugaan korupsi Rp45 miliar terhadap 40 anggota dewan terkait dugaan kelebihan bayar, dana reses dan dugaan SPPD fiktif," tambahnya.

Dikatakan, PM Inhu dan IKM INPAD akan terus mengawasi dan mengawal proses pemeriksaan yang dilakukan Kejari Inhu terhadap kasus korupsi tersebut. Mereka juga mendesak untuk bertemu dengan Kepala Kejari Inhu Hayin Suhikto.

Sayangnya, Hayin Suhikto tidak berada di tempat. Sehingga perwakilan mahasiswa ditemui Bambang Dwi Saputra.

Menjawab tuntutan mahasiswa, Kasi Intel Kejari Inhu Bambang Dwi Saputra menyatakan, pihaknya tidak menangani perkara korupsi SPPD fiktif yang disampaikan mahasiswa. "Kita tidak tahu siapa yang menangani perkara SPPD fiktif Rp45 miliar itu. Namun yang pasti tidak di Kejaksaan," kata Bambang.

Namun Bambang tidak membantah kalau saat ini sedang menangani perkara korupsi dana kelebihan bayar anggota dewan. Saat ini, penanganan perkara korupsi kelebihan bayar itu masih dalam prosese penyelidikan.

Sebanyak 40 orang anggota DPRD Inhu sudah diperiksa terkait perkara tersebut. Menurut Bambang, dalam penyelidikan tidak ada batas waktu yang ditentukan. Namun sejauh ini pihaknya berupaya dalam pengumpulan data dan keterangan.

"Namanya penyelidikan kita masih mencari adakah tindak pidana dalam perkara tersebut, makanya saat ini sedang berproses. Saya berharap adik-adik mahasiwa bisa bersabar," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Rengat Barat Kompol B, Supriadi mengatakan, pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Kejari Inhu melibatkan 53 personil terdiri  dari personil Polsek Rengat Barat dan Polres Inhu. (*)



 
 
Penulis: Obrin
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


    riau riau
     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus