Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Kolom

Mahasiswa, Dulu dan Sekarang

Selasa, 27 November 2012


Oleh : Syukri

Dalam sebuah proses pergerakan dan perubahan di sejumlah negara, sejarah mencatat selalu ada peran mahasiswa sebagai salah satu inspirator penggerak melalui ide dan gagasan yang dimunculkan. Mahasiswa tercatat selalu tampil sebagai garda terdepan dalam perjuangan mencetuskan ide dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Catatan perjuangan mahasiswa tidak selalu diakhiri dengan hasil baik. Namun demikian, ide-ide perjuangan mahasiswa tersebut tidak akan pernah mati sampai tujuan bisa diraih. Saat ini, mahasiswa masih menjadi salah satu element penting dalam gerak roda pemerintahan dan pembangunan.

Di sisi lain, para mahasiswa yang sekarang berkuliah jangan sampai lupa untuk bersyukur. Karena sampai hari ini masih bisa mengenyam pendidikan sampai ke bangku perguruan tinggi. Di beberapa daerah lain di Indonesia, masih banyak generasi bangsa yang tidak mampu merasakan jenjang pendidikan tinggi, meski punya kecerdasan lebih.

Salah satu momentum penting sekarang adalah bagaimana menjadikan perkuliahan sebagai miniatur kehidupan di masa datang. Artinya, bila saat ini kita melakukan tindakan yang memberi banyak manfaat bagi orang lain, maka ketika kita mengakhiri masa perkuliahan tidak akan canggung dan bingung dalam menghadapi pahit manis kehidupan.

Artinya, dibalik semua perjuangan yang dilakukan dalam mengontrol pemerintah dan berdiri memperjuangkan kepentingan masyarakat, mahasiswa harus tetap berada dalam koridornya sebagai mahasiswa yang dituntut untuk belajar dan menyelesaikan perkuliahan sesuai jadwal, untuk kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berkaca pada perjalanan panjang sejarah bangsa ini, tentu tidak akan terlepas dari peran pemuda yang dengan keberaniannya membantu kemerdekaan republik ini. Awal pergerakan bangsa Indonesia dimulai dengan pendirian organisasi Budi Utomo yang menghasilkan output Sumpah Pemuda. Kemerdekaan Indonesia terjadi juga berkat kejelian pemuda dalam melihat posisi sekutu yang lemah. Sehingga pemuda berinisiatif untuk segera  memproklamirkan kemerdekaan dan akhirnya berhasil.

Setelah kemerdekaan, para pemuda juga tak lantas diam menikmati kemerdekaan. Namun pemuda Indonesia terus peka, kritis, peduli dan memberikan kontribusi nyata dengan dua kali menumbangkan pemerintahan yang tidak memihak kepada rakyat, yakni pemerintahan Soekarno dan Soeharto.

Melihat kilas balik sejarah tersebut, apakah kita tidak merasa malu? Saat ini kita dipenuhi dengan berbagai hal yang memudahkan, mengenakan, serba ada, serba bebas yang membuat kita mabuk kepayang. Jika Ki Hajar Dewantoro, M Natsir, Moh. Hatta mengetahui generasi penerusnya sekarang malah mabuk dengan minuman keras, narkoba, free sexs dan hal–hal lain yang memabukan, tentu mereka akan menangis bahkan menyesal telah menjadikan Indonesia merdeka.

Seharusnya kita dan belum terlambat untuk merubah semuanya, dengan menerapkan tiga peran dan fungsi mahasiswa, yakni director of change, agent of social control dan iron stock. Peran dan fungsi mahasiswa yang pertama sebagai director of change adalah mahasiswa berperan dalam merancang, melaksanakan dan merealisasikan setiap perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyambung lidah rakyat terhadap pembuat kebijakan dan penerjemah lapangan terhadap setiap kebijakan dari pembuat kebijakan.

Peran dan fungsi mahasiswa kedua sebagai agent of social control adalah, mahasiswa diharapkan memiliki kepekaan, kepedulian dan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi yang teraktual dengan berperan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Asumsi yang kita harapkan dengan perubahan kondisi sosial masyarakat tentu akan berimbas pada perubahan bangsa. Intinya mahasiswa diharapkan memiliki rasa kepekaan yang tinggi sehingga mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Terakhir iron stock. Dalam hal ini, mahasiswa difungsikan sebagai cadangan masa depan. Pada saat menjadi mahasiswa, kita diberikan banyak pelajaran, pengalaman yang suatu saat nanti akan kita pergunakan untuk membangun bangsa ini. Saat generasi yang memimpin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun bila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita akan membangun bangsa ini suatu saat nanti?

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Untuk itu, tetap setia digaris massa karena mundur dari perjuangan adalah sebuah pengkhianatan. Diam tertindas atau bangkit melawan. (***)

* Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus