Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Mahkamah Agung Kabulkan PK Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal

Rabu, 15 November 2017

Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan upaya peninjauan kembali (PK) mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus korupsi yang membelit gubernur dua periode tersebut. Putusan itu sudah diketok palu oleh Ketua Majelis Hakim Agung Timur Manurung.

Dilansir dari website MA, putusan PK Rusli Zainal diregister dengan Nomor 31 PK/Pid.Sus/2016. Putusan itu diketok tanggal 14 Agustus 2017. Sejauh ini, belum diketahui apa saja yang dikabulkan MA terkait permohonan PK Rusli tersebut. Adapun majelis PK yang menyidangkan perkara tersebut adalah hakim agung Timur Manurung selaku ketua, hakim agung Surya Jaya dan hakim agung Leopold Luhut Hutagalung sebagai anggota majelis.

"Amar putusan, kabul," tulis website MA dikutip fokusriau.com dari detikcom, Rabu (15/11/2017).

Sebagai informasi, perkara Rusli Zainal memiliki perjalanan kasus panjang. Rusli terbukti menyalahgunakan wewenang dengan mengeluarkan izin kehutanan terhadap sembilan perusahaan yang merugikan negara Rp 265 miliar. Dia juga terbukti melakukan korupsi bersama-sama dalam kasus Pekan Olahraga Nasional dengan memberi uang kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebesar Rp900 juta. Rusli juga menerima uang Rp500 juta dari kontraktor pembangunan venue PON.

Dalam putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, majelis hakim memutuskan hukuman 14 tahun penjara kepada Rusli Zainal atas dua kasus, yakni PON Riau dan korupsi kehutanan.

Rusli juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Namun, pada 7 Agustus 2014, Pengadilan Tinggi Riau mengurangi masa tahanan Rusli Zainal 4 tahun dalam putusan banding dalam kedua kasus tersebut.

Di tingkat kasasi, majelis hakim justru menilai Rusli merupakan pelaku dalam perkara PON Riau. MA kemudian memperberat hukumannya atas dua perkara tersebut menjadi 14 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan. 

Sejauh ini, pihak MA belum bisa dikonfirmasi soal lamanya hukuman Rusli pada tingkat PK tersebut.(boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus