Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Malam Tadi Sudah Tarawih, Tarekat Naqsabandiyah Hari Ini Mulai Puasa

Sabtu, 04 Mei 2019

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat tarawih. (Foto:Okezone)

PADANG-Ratusan jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat, Jumat (3/5/2019) malam sudah melaksanakan salat tarawih. Artinya, Sabtu hari ini, jamaah Naqsabandiyah sudah mulai menjalani ibadah puasa pertama di bulan suci Ramadan 1440 Hijriah.

Pantauan di Masjid Baitul Ma’mur, ratusan jemaah Naqsabandiyah tampak khusyuk melaksanakan Salat Tarawih dan Witir. Selain di Baitul Ma'mur aktivitas Salat Tarawih juga dilakukan di Surau Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang. 

Bagi jamaah Tarekat Naqsabandiyah, penentuan awal Ramadan selalu menggunakan metode perhitungan Hisab Munjid, serta berlandaskan ketentuan yang sudah ada, dan tentunya berpedoman dengan Alquran surat Al Baqarah ayat 183,184 dan 185.

"Bagi Naqsabandiyah sudah melakukan penghitungan hari dengan memakai kalender Hisab Munjid. Kami besok telah menunaikan ibadah puasa," kata Imam Besar Tarekat Naqsabandiyah Buya Syafri Malin Mudo kepada awak media, Jumat malam.

Menurut Buya, penghitungan menggunakan metode kalender hisab ini sudah dilakukan jemaah Tarekat Naqsabandiyah turun temurun. Meski berbeda dengan ketentuan dan ketetapan pemerintah, namun jumlah hari ibadah puasa tetaplah selama 30 hari.

"Ya, kami melaksanakan Salat Tarawih malam ini. Dalam hitungan kami, satu Ramadan itu dimulai besok (Sabtu). Kami melaksanakan empat rakaat Salat Isya terlebih dahulu kemudian 15 rakaat Salat Tarawih dan terakhir dengan tiga rakaat Salat Witir," ujarnya.

Selain melaksanakan ibadah puasa lebih dulu, jemaah Tarekat Naqsabandiyah juga memiliki tradisi yang tetap dilestarikan yakni Basuluak. Basuluak diartikan beritikaf atau berdiam diri di masjid, agar bisa beribadah dengan khusyuk selama bulan suci Ramadan sembari berzikir.

Tradisi ini dilakukan jemaah Naqsabandiyah selama 40 hari, dimulai sebelum puasa pertama. Meski demikian lama waktu basuluak ini, tergantung dari kemampuan masing-masing dari jemaah. Ada yang mampu berzikir selama 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari. 

Namun yang dijadikan prioritas bukanlah berapa lama Suluak dilakukan, tapi seberapa fokus jemaah melakukan ibadah. Tradisi Basuluak ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menjalankan serangkaian ibadah, terutama di bulan suci Ramadan. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus