Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Mantan Ustadz Itu, Kini Tersandung Kasus Korupsi PON

Sabtu, 30 Maret 2013


PEKANBARU-Ada yang menarik dari kasus suap PON Riau yang telah menyeret sepuluh orang legislator Provinsi Riau dan sejumlah pejabat penting Pmprov Riau, termasuk Gubernur Riau, HM Rusli Zainal yang sekarang resmi menyangdang status tersangka.   

Menariknya, satu dari 10 legislator Riau tersebut adalah Turoechan Asy'ari. Sebelum menjadi wakil rakyat dan tersandung dalam kasus korupsi PON XVIII/2012, politisi PDI Perjuangan ini dikenal sebagai ustadz yang sering memberikan tausiah. Namun sekarang, dia harus berada dibalik jeruji besi Lapas Kelas IIA Pekanbaru sembari menunggu persidangan yang sebentar lagi akan dijalaninya.

Siang itu, Kamis 28 Maret 2013, pria berkacamata ini keluar dari ruang tahanan dengan mengenakan kemeja rapi dengan didampaingi Zulfan Heri, teman satu tahanan dan juga legislator Riau itu. "Assallammuallaikum", sapa Turoechan kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru dan seorang wartawan yang mengunjunginya.

Ketika itu, pria bertubuh sedang ini berupaya untuk segera cepat meninggalkan ruang sempit dalam pertemuan yang mungkin tak diinginkannya. "Biasanya, kalau sudah wartawan datang pasti yang ditanyakan seputar kasus dan saya tidak mau membahas soal itu lagi," ujar Turoechan dengan nada tak sedap, namun tetap sopan.

Sorot mata laki-laki berkumis ini terkesan hampa. Sepertinya tengah menyesali kejadian yang menimpahnya hingga membuat dirinya harus terpisah dengan seorang isteri dan anak-anaknya. Namun Turoechan dengan sigap membantahnya. Menurutnya, kesedihan yang paling mendalam adalah ketika dirinya berkaca pada masa lalu dan apa yang telah dilakukannya saat ini.

Mantan anggota DPRD Riau ini kemudian membuka ruang 'curhat' tentang kisahnya selama berada di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta. Ketika itu, dia berstatus sebagai tahanan titipan Komisi Pemberantasan Korupsi yang sebelumnya mentersangkakannya dalam kasus dugaan suap atas rencana revisi Peraturan Daerah tentang Pengikatan Tahun Jamak Proyek Arena Menembak dan Stadion Utama PON Riau.

Awal menginjakan kaki ke Rutan Cipinang, diakuinya seperti masuk ke dalam neraka. Bayang-bayang ketakutan sempat membuatnya kehilangan gairah hidup. "Sampai-sampai, makanpun saya tidak selera," katanya.

Namun waktu akhirnya memaksa Turoechan untuk kembali mengenang masa lalunya yang begitu indah dan nikmat, meski dalam tekanan psikologi yang begitu hebat. Beberapa bulan lamanya, diakui Turoechan menjadi hari-hari menobatan yang begitu dalam hingga memberikan hikmah yang teramat berharga dalam diri pria berkacamata ini.  "Banyak hikmah yang saya ambil selama menjadi tahanan KPK di Jakarta untuk beberapa bulan," ujar Turoechan.

Diakui, selama di dalam sel tahanan, dirinya lebih banyak merenungkan nasib dan berupaya bangkit dari keterpurukan agar tidak mengulang lagi kesalahan dikemudian hari. "Selama menjadi tahanan KPK, memang kami mendapat hikmah yang begitu besar dan waktu menjadi begitu berharga," katanya.

Waktu demi waktu banyak dihabiskan oleh Turoechan dengan ragam kegiatan keagamaan, mulai dari shalat wajib, sunah, hingga mengaji dengan jadual yang begitu teratur. Rutan Cipinang yang awalnya dikhayalkan sebagai neraka yang dipenuhi dengan para penghuni yang kejam, justru berbalik menjadi ruang dalam hidupnya untuk bisa "mengintip surga" yang membuatnya segera bertaubat.

Diakui, setiap hari selama beberapa bulan di Rutan Cipinang, dirinya kerap menjadi imam shalat, memandu para tahanan yang sehasib dengan pria berambut ikal ini. Tidak jarang, dirinya juga berdakwah dihadapan para tahanan.

Menurutnya, wujud sebagai alim ulama merupakan hal yang sebenarnya kebiasaan dirinya sebelum menjabat sebagai wakil rakyat. "Bisa dikatakan, saya ini mantan imam sebelum jadi anggota DPRD Riau. Sempat terlupakan dan KPK membuat saya kembali pada jalan yang benar," katanya. Ditanya terkait persoalan hukum yang menimpahnya saat ini, Turoechan mengaku semua itu merupakan susuatu yang sulit untuk dijelaskan. Namun dia membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya terkait dugaan korupsi.

"Apapun ceritanya, kalau bisa disampaikan, sebenarnya politik itu kejam. Namun apa yang saya alami saat ini, merupakan hal yang luar biasa positif untuk saya bisa introspeksi diri," paparnya. (ant/den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus