Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Maret 2013, KPA Bengkalis Catat 228 Kasus HIV/AIDS

Minggu, 02 Juni 2013


BENGKALIS-Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis sampai Maret 2013 tercatat 228 kasus dengan jumlah kematian mencapai 22 kasus. Kondisi tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan, sehingga butuh komitmen bersama untuk mencegah dan menanggulangi penyakit mematikan tersebut.

“Melihat perkembangan kasus HIV/AIDS yang terus meningkat, kita harus bekerja keras untuk mencegah dan menanggulangi. Lebih mencengangkan lagi, ada kecenderungan penularan beresiko tinggi kepada isteri dan anak. Padahal, mereka tidak tahu sama sekali,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Bengkalis, Suayatno kepada wartawan, pekan lalu.

Dikatakan, sejauh ini kasus penularan pada ibu rumah tangga diperkirakan menempati urutan ketiga jumlah kelompok pengidap HIV/AIDS. Bila persoalan ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan berdampak pada penularan terhadap anak yang lahir. Berdasarkan perkiraan KPA pusat hingga tahun 2015, sebanyak 38.500 anak akan terlahir dari ibu yang sudah terinfeksi HIV.

“Kondisi tersebut merupakan persoalan besar bagi kita. Tentu kita tidak ingin ‘petaka’ ini terjadi. Karena itu, perlu keriusan dan komitmen bersama, untuk menanggulangi penyakit menular ini,” kata Suayatno.

Dilihat dari usia ternyata sebagian besar merupakan usia produktif dan reproduktif, sedangkan dilihat dari faktor resiko adalah pekerja seks, pelanggan, waria dan ibu rumah tangga. Penyebab penularan yang paling dominan adalah melalui hubungan seks yang tidak aman 90.4 persen, diikuti penggunaan jarum suntik dan penularan dari ibu dan anak. “Hal ini tentu menggugah tanggungjawab kita semua untuk mencegah meningkatnya penularan penyakit HIV/AIDS,” papar Suayatno.

Dikatakan, sejauh ini upaya penanggulangan dan pencegahan hiv/aids yang telah dilaksanakan. Yakni membentuk klinik VCT (konseling dan test sukarela) untuk menjaring HIV/AIDS di RSUD Kecamatan Mandau dan Bengkalis. Membentuk dua klinik di kecamatan Mandau dan Pinggir untuk pelayanan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) 

Disamping itu, KPA Bengkalis mengelar penyuluhan kepada tokoh masyarakat, kepala desa dan tokoh agama terkait pentingnya upaya bersama mencegah dan menanggulangi HIV dan Aids ini. “Alhamdulillah, Kamis kemarin, kita mengadaan pertemuan dan penyuluhan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepala desa,” tandasnya

Pada dasarnya, kata Suayatno, penularan HIV/AIDS dapat dicegah bila semua pihak, khususnya lingkungan keluarga memahami dan menyadari tentang bahaya penyakit dan cara penularannya. Pada tatanan keluarga, agama merupakan senjata yang ampuh untuk menangkal HIV/AIDS. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu dan bahu membahu melakukan upaya penanggulangan HIV/AIDS. Mengingat upaya pencegahan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi melibat semua pihak,” tukasnya. (dal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus