Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Masalah Migor Oplosan, YLKI Pertanyakan Peran BBPOM

Minggu, 05 Agustus 2012


PEKANBARU-Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Provinsi Riau, Sukardi mengatakan, peredaran minyak goreng alias migor oplosan di pasar tradisional yang sempat diungkap kepolisian beberapa waktu lalu merupakan bukti kelalaian Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

"Seharusnya kejadian tersebut tidak harus ada kalau BBPOM memiliki pola pengawasan yang maksimal," kata Sukardi, Minggu (5/8) di Pekanbaru. Beberapa waktu lalu, Kepolisian Resor Pekanbaru melalui Polsek Senapelan berhasil mengamankan ratusan liter minyak goreng oplosan dari tangan seorang tersangka berinisial IS (30), warga Jalan Adi Sucipto.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan warga, terkait beredarnya minyak goreng oplosan dengan harga relatif miring. Pengamanan minyak goreng bersama tersangka dilakukan, Jumat (3/8) malam. Menurut kepolisian, ratusan liter minyak goreng oplosan terbagi atas 59 bagian yang tertambung dalam wadah jerigen berbagai ukuran.

Sebagai barang bukti, jerigen berisikan lima liter minyak goreng oplosan berjumlah 23 jerigen dan biasa dijual dengan harga Rp50.000 per jerigen. Sementara jeriken ukuran 18 liter yang berjumlah tujuh jeriken menurut tersangka dijual seharga Rp100 ribu per jeriken.

Tersangka mengaku sempat beberapa kali memasarkan minyak goreng oplosannya ke sejumlah pedagang pengecer di Pekanbaru. "Kejadian seperti ini sangat disayangkan. Pertanyaannya adalah dimana BBPOM selama ini, apakah benar mereka melakukan pengawasan," kata Sukardi.

Menanggapi hal ini, Kepala BBPOM Pekanbaru, I Gde Nyoman Suandi mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan pengawasan intensif ke sejumlah kawasan yang dianggap rawan peredaran pangan berbahaya dan ilegal. "Namun upaya pengawasan tersebut sering terkendala dengan terbatasnya personel. Sehingga kami harus melakukan gelar operasi di wilayah-wilayah yang dianggap paling rawan saja," katanya. (anc/zul)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus