Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Masyarakat Batu Ampar Inhil Sekarang Tak Lagi Bermasalah Melansir Panen Sawit Meski Hujan

Kamis, 15 Desember 2016

Masyarakat Batu Ampar gotong royong membangun jalan. (Foto:Istimewa)

BATUAMPAR-Faktor cuaca selama ini selalu menjadi kendala bagi masyarakat Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir untuk melansir hasil panen sawit mereka. Namun sekarang, hal itu sudah tak lagi menjadi masalah. Seperti diceritakan Kepala Desa Batu Ampar, Ida Laila. Semua bisa diatasi berkat pembangunan desa yang digalakkan Bupati HM Wardan melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun 2014 lalu.

"Dulu kalau hujan, kasihan sekali melihat petani. Mereka hanya bisa termenung menunggu cuaca kembali panas dan jalan yang lecah disiram hujan bisa kembali kering. Alhasil, sawit yang telah dipanen terpaksa dibiarkan di kebun. Iya kalau cepat datang panas, kalau berhari-hari tentu sangat kasihan sekali melihat mereka," cerita Ida kepada wartawan, kemarin.

Tak cuma itu, jika panas masyarakat petani masih juga harus terbebani dengan besarnya biaya upah lansir akibat jalan-jalan kebun serta kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Dalam setiap berat satu kilo buah, memang masyarakat hanya mengeluarkkan biaya Rp300. Namun kalau dikali dengan hasil panen yang mencapai total 600 ton per tripnya, tentu ini sangat besar.

"Kalikan saja pak, 600 ton atau 600.000 kg dikali Rp300. Itukan jumlahnya mencapai Rp180 juta. Sementara dalam satu bulan itu ada dua kali trip panen. Berartikan sudah Rp360 juta uang hanya untuk biaya lansir saja. Ini angka yang sangat besar, bukan?" imbuhnya.

Kini uang yang sangat besar tersebut sudah dapat diminimalisir berkat pembangunan yang sangat gencar dilakukan desa. Hal ini diakuinya sebab anggaran yang dimiliki desa sudah memadai lewat bantuan dana yang digelontorkan Pemkab Inhil melalui DMIJ-nya.

"Dengan dana yang besar itu kami disini bisa melakukan pengerasan jalan dengan sertu. Jembatan-jembatan beton pun sudah mulai beberapa tuntas kita kerjakan. Jadi sekarang, para toke pembeli buah sawit masyarakat sudah bisa membawa mobilnya masuk hingga ke dalam-dalam perkebunan itu. Ini tentu menguntungkan masyarakat kita," tegasnya.

Dipelopori DMIJ Pemkab Inhil, tahun lalu pusat dan provinsi turut membantu desa, menurut Ida, masyarakat kini merasa terperhatikan oleh pemerintah. Untuk itulah masyarakat menyampaikan agar program pembangunan desa ini tetap dilanjutkan baik dari DMIJ, Provinsi hingga pusat.

"Kami sangat bersyukurlah pak, dengan bantuan pemerintah, pembangunan di desa batu ampar berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi kami, terimakasih kepada pemerintah sudah peduli dengan kami. Dan tentu kami berharap agar program ini terus berlanjut. Seperti DMIJ yang sejak 2014 lalu terus menganggkannya. Tahun ini kami sayangkan pula pihak provinsi yang tak ada menganggarkan untuk pembangunan desa ini," kata Ida.

Progress pembangunan di desa yang terletak di bagian terluar Inhil bagian Selatan itu, sempat mendapat peninjauan langsung dari Camat Kemuning Budiyanto yang didampingi Kapolsek Kemuning.

"Alhamdulillah, untuk program pembangunan fisik di Desa Batu Ampar sudah baik, maksimal dan transparan. Kualitasnya sangat bagus, tinggal kedepannya hasil program ini sama-sama dijaga, dipelihara dan bagaimana merawatnya untuk kepentingan masyarakat banyak," ujar Camat Kemuning saat dikonfirmasi. (zamri/rls)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus