Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Medio Januari-Juli 2019: Dua Anak Meninggal di Pekanbaru Akibat DBD

Kamis, 25 Juli 2019

Sampai Juli 2019 sudah dua anak meninggal akibat DBD. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Dua anak di Pekanbaru, Riau dalam kurun waktu hampir tujuh bulan terakhir meninggal akibat menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Satu anak meninggal April 2019 dan satu anak lainnya meninggal awal pekan lalu.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat, terdapat 284 kasus DBD di Pekanbaru. Kasus ini terjadi dari Januari sampai pekan ketiga Juli 2019. "Saat ini ada dua pasien DBD meninggal dunia. Kita imbau masyarakat waspada," imbau Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Muhammad Amin, Rabu sore.

Diuraikan, Kecamatan Tenayan Raya menjadi salah satu dari lima kawasan yang cukup banyak kasus DBD. Ada 25 kasus DBD di kecamatan itu. Sedangkan jumlah kasus terbanyak ada di Kecamatan Payung Sekaki dengan 55 kasus.

Kemudian Kecamatan Tampan ada sebanyak 49 kasus, Kecamatan Sukajadi sebanyak 36 kasus, dan Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 31 kasus.

Dinas Kesehatan sudah mengambil tindakan, di antaranya mereka sudah melakukan fogging yang fokus ke rumah penderita DBD dengan radius 200 meter. "Ini upaya untuk memutus mata rantai penularan DBD dengan membunuh nyamuk dewasa," ujarnya.

Menurut Amin, masyarakat setempat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Caranya dengan gotong-royong bersama membersihkan lingkungan.

Masyarakat juga harus menerapkan 3M yakni menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Selanjutnya melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Masyarakat harus mewaspadai genangan air yang ada di bak kamar mandi, penampungan air, air pembuangan kulkas, pot bunga, hingga dispenser air minum. Begitu juga barang bekas di sekitar rumah yang bisa jadi tempat air menggenang dan menjadi sarang nyamuk.

Pihaknya juga melakukan penyuluhan tentang DBD. Lalu dilanjutkan dengan pemberian bubuk abate secara gratis ke masyarakat setempat. Proses pembagian bubuk abate ini dilakukan oleh petugas Puskesmas Tenayan Raya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus