Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Pencurian di Pekanbaru Ditembak

Senin, 13 Januari 2020

Tersangka berinisial YL ditembak. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau menangkap dua tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) bersama seorang penadah. Tersangka yang diamankan adalah lelaki berinisial YL alias Yanuar (20), mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Riau.

Kemudian RMT alias Richard (23), pekerja swasta dan ZAL alias Agus (22), buruh bangunan yang menjadi penadah barang hasil curian.

Kapolsek Tenayan Raya Kompol M. Hanafi Tanjung melalui Kanit Reskrim Iptu Efrin J Manulang menjelaskan, penangkapan terhadap para tersangka dilakukan pada 10 Januari 2020, sekitar pukul 15.30 WIB.

Kedua tersangka, YL dan RMT diringkus di Jalan Hangtuah Ujung, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Dari penguasaan tersangka YL, petugas turut mengamankan barang bukti 1 unit handphone merk Vivo V15 warna merah dan selembar STNK sepeda motor milik korbannya, Joni Anuar (31).

Termasuk barang bukti sebuah kayu balok, yang digunakan untuk memukul korban, juga ikut disita. "Satu tersangka Curas lainnya, inisial SB saat ini masih dalam pengejaran. Mereka melancarkan aksinya bertiga," kata Efrin, Senin (13/1/2020).

Untuk tersangka YL kata Efrin, terpaksa diberikan tindakan tegas terukur. Dengan tembakan di bagian kaki. "Karena pada saat pengembangan di lapangan dalam upaya pengejaran terhadap tersangka SB (DPO), tidak kooperatif dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat diinterogasi," ucapnya.

"Bahkan tersangka YL ini sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur," sambungnya.

Tersangka YL pun dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan. Berdasarkan hasil pengembangan, tim menangkap tersangka ZAL, yang menjadi penadah barang curian berupa 1 unit sepeda motor di Jalan Dharma Bakti, Pekanbaru.

Menurut Efrin, para tersangka beraksi pada 31 Desember 2019 lalu, sekira pukul 03.00 WIB. Untuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sebuah warung di samping SPBU Jalan H. Imam Munandar, Kelurahan Sialang Saksi, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kanit Reskrim menyebut, kejadian bermula saat korban dengan menggunakan sepeda motor, berhenti di halaman warung yang sudah tutup dan gelap itu. Korban lalu menghampiri tiga tersangka yang sedang asyik bermain game Ludo di handphone.

Korban kemudian diajak main game oleh para tersangka. Korban saat itu juga sempat memberikan uang Rp50 ribu untuk membeli minuman ringan.

"Tiba-tiba, muncul niat jahat tersangka YL untuk mengambil barang milik korban. Dia lalu mengajak 2 tersangka lainnya, dengan berusaha mengambil kunci sepeda motor dari kantong celana korban. Namun ketika itu tidak berhasil," katanya.

Namun para tersangka tetap ngotot untuk mengambil barang milik tersangka. Dua tersangka, RMT dan SB, mencoba mengalihkan perhatian korban. Sedangkan tersangka YL, langsung mengambil sebuah kayu, lalu memukul kepala korban dari arah belakang.

"Tersangka juga memukul dada korban, sehingga membuat korban terjatuh ke tanah. Korban ketika itu sempat tak sadarkan diri. Dari mulutnya juga keluar darah," tutur Efrin.

Ketika korban sudah tidak berdaya itulah, para tersangka mengambil handphone dan sepeda motor korban. Mereka juga meninggalkan korban begitu saja di lokasi. "Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp16 juta. Korban selanjutnya melapor ke Polsek Tenayan Raya," tukasnya. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus