Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pokok Pikiran

Memaknai Tugu Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

Senin, 23 Maret 2015

Bakhtiar AH Datuk Bondaro Sakti. (Foto:FokusRiau.Com)

Oleh: Bakhtiar AH Datuk Bondaro Sakti

"Yang godang inok di sobuik namo dan yang sonik inok di sbuik gola (besar tidak disebut gekar dan yang kecil tidak disebut nama)..."

Inilah ungkapan yang paling tepat disampaikan kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya dan terus berupaya serta bekerja menjadikan tugu luhak Kepenuhan Negeri BERADAT ini sebagai simbol adat di Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT.

Upaya ini bukan mudah untuk diwujud, karena membutuhkan pemikiran dan waktu. Sehingga tugu ini bisa berdiri tegak dan menjadi simbol serta kebanggaan masyarakat luhak kepenuhan. Kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinggi atas dedikasi dan kepedulian semua pihak atas berdirinya tugu ini. Kami memaknai tugu ini dalam beberapa arti:

1. Bundaran pada bagian dasar tugu melambangkan masyarakat Luhak kepenuhan (Saciok bak ayam sadonciang bak bosi) dan anak kemenakan Luhak Kepenuhan (Olun diimbau olah datang, olun disuruh olah poi) sebagai suatu ikatan yang tak terpisahkan (bahaso luhak kepenuhan sebagai bahaso Ibu, bahaso Indonesia sebagai bahaso pemersatu dan adat dipogang pakai).

2. Bangunan persegi panjang melambangkan tepak di atas bundaran. Tepak melambangkan adat, karena setiap di mulai dengan adat, maka tepak yang menjadi kunci utama.

3. Tiga batang tiang. Ini melambangkan tiga buah tungku (Tigo tunggu sojorangan, tali bopilin tigo) yang bermakna adanya unsur adat, agama dan pemerintah. Ketiganya saling menyokong dan menguatkan dalam mengelola tatanan kehidupan masyarakat Luhak Kepenuhan Ngeri BERADAT.

4. Tangga persegi empat yang terletak di atas tiga tiang/tungku togo sojorangan tali bopilin tigo. Ini melambangkan tunggul adat  (bendera) suku nan sepuluh di Luhak Kepenuhan (lambang kebesaran). Artinya, warna hitam melambangkan suku nan tujuh, warna kuning melambangkan suku nan tigo piak, warna putih melambangkan imam nan ampek, warna merah melambangkan dubalang nan ompek.

5. Berbentuk buku yang terletak paling atas, melambangkan Al-Qur’an (Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah). Artinya, adat luhak kepenuhan besumber kepada Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Melambangkan Luhak Kepenuhan adalah masyarakat agamis yang beragama Islam.

6. Tulisan BERADAT (Bersih, Elok, Ramah, Agamis, Dinamis, Akademis dan Terpimpin). Ini melambangkan masyarakat luhak kepenuhan  memiliki motto atau jadi diri  untuk diimplementasikan dalam kehidupan sejari-hari.

Semoga apa yang disampaikan ini mendatangkan manfaat dan faedah bagi seluruh masyarakat luhak kepenuhan atau siapa saja yang dapat memaknai dari makna tugu Luhak Kepenuhan dengan baik. Kami juga berharap, semua piihak dapat juga mensosialisasikan kepada elemen mana saja. Sehingga semua masyarakat yang melewati tugu yang terletak di tangah kota kota tengah ini dapat menimati akan keindahannya juga dapat memaknai dari setiap unsur banguna yang ada pada tugu tersebut. (***)

* Ketua Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus