Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Memperkuat Sinergitas Diskominfo Bengkalis dengan Media, Johansyah: Sampaikan Informasi Konstruktif

Jumat, 01 Juni 2018

Diskominfotik Bengkalis menggelar kegiatan bersama penanggulangan hoaks. (Foto:Istimewa)

BENGKALIS-Media merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan berdemokrasi. Media massa, baik televisi, elektronik, cetak dan online terbukti menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi penting dalam berbagai bidang.

Bagi pemerintah sendiri, keberadaan media terbilang penting bagi mendukung berbagai program pembangunan agar bisa diketahui secara luas oleh masyarakat. Karena itu, memiliki hubungan baik dengan media menjadi penting dalam upaya membangun sinergitas dalam menyampaikan beragam informasi mengenai kegiatan pembangunan tersebut agar diterima baik oleh masyarakat.

Hubungan media atau pers dengan pemerintah bisa dikatakan simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan. Satu sisi, media menjadi mitra kerja pemerintah dengan harapan bisa membantu mensosialisasikan program pembangunan demi memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk setiap kebijakan publik yang dilakukan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Pers menjadi kontrol sosial atas kebijakan pemerintah yang mungkin tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Saat ini yang dibutuhkan pemerintah adalah munculnya berita yang dilengkap dengan data, fakta dan berimbang, bukan berita tendensius apalagi bohong atau hoaks. 

Inilah peran media dan pemerintah untuk saling terbuka dalam informasi agar tidak muncul berita bohong atau hoaks. Saat ini, berita hoaks sangat meresahkan dan menjadi pekerjaan bersama untuk meminimalisirnya. Di sejumlah daerah dan instansi, termasuk Bengkalis, perang terhadap hoaks terus dilakukan. 

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar kegiatan yang diyakini sebagai komitmen bersama dalam penanggulangan berita hoaks tersebut. Deklarasi yang dilakukan di Kantor Diskominfotik di Jalan Kartini, Selasa 3 April 2018 lalu diawali dengan pembacaaan sikap menolak hoax secara bersama-bersama dan diakhiri dengan penandatanganan atas sikap penolakan tersebut. 
 
Ini merupakan bentuk perlawanan terhadap penyebaran hoax, khususnya berita yang memicu pertikaian. Seluruh pegawai Diskominfotik diimbau, sebelum menerima dan menyebarkan informasi agar meneliti terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut. Imbauan serupa juga disampaikan kepada media dan masyarakat luas.
  
 
Plt. Kepala Diskominfotik Bengkalis Johansyah Syafri. (Foto:Johandi/FokusRiau.Com)
 
"Pers sendiri diharapkan bisa menjadi sahabat masyarakat melalui pemberitaan yang konstruktif (membangun), akurat, berimbang dan tidak mengandung fitnah serta mematuhi kode etik jurnalis wartawan Indonesia dan yang terpenting menjauhi hoaks," kata Plt. Kepala Diskominfotik Bengkalis Johansyah Syafri dalam pertemuan silaturahim bersama wartawan media cetak online yang bertugas di Bengkalis, beberapa waktu lalu. 
 
Pada kesempatan itu, mantan Kabag Humas Pemkab Bengkalis tersebut meminta semua pihak untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial, terutama saat menerima dan menyebarkan berbagai informasi yang masih belum jelas kebenarannya.
 
Dalam deklarasi anti hoax lalu ada tiga point penting yang disuarakan. Pertama, seluruh pegawai Diskominfotik menyatakan sikap menolak dan menentang segala bentuk hoax dan ujaran kebencian.
 
Poin kedua, menolak segala bentuk provokasi, isu SARA dan perbuatan adu domba yang dapat memecah belah masyarakat dan negara kesatuan Republik Indonesia. Terakhir, mendukung penegakan hukum terhadap penyebar fitnah, ujaran kebencian dan penyebar berita hoax. 

Dalam silaturrahmi di Kantor Diskominfo Bengkalis bersama insan media ini dimaksudkan agar sinergitas dan kemitraan pemerintah dengan awak media bisa terbangun lebih kuat. “Membangun sinergitas antara pemerintah dengan pers itu penting. Kami berharap, kerjasama yang baik dari teman-teman wartawan bisa menyampaikan informasi yang konstruktif bagi kemajuan Bengkalis ke depan. Silahkan kritisi kinerja pemerintah, namun harus bersifat membangun demi kemajuan Bengkalis ke depan,” harapnya. 
 
Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis H Zamzami SH menyebut, tanpa media apapun program pemerintah dan fungsi yang dijalankan legislatif tentu tidak akan bisa diketahui masyarakat.

“Media selain memiliki fungsi pendidikan dan hiburan, juga berfungsi sebagai kontrol sosial. Media dituntut untuk mampu memberikan informasi positif terkait program kerja pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat, tanpa harus melupakan sikap kritis demi fungsi kontrol sosial yang dimilik pers,” ujarnya.

Dia juga berharap, pers juga memberikan dukungan terhadap kinerja dewan. Sehingga kemitraan antara DPRD dengan media tetap berjalan baik. ”Wartawan dinilai sangat membantu dalam kinerja DPRD, terutama dalam memberikan informasi dan membangun hubungan kemitraan antara kedua lembaga. Kita berharap hal ini terus berlanjut demi kemajuan Bengkalis ke depan,”  tukasnya.
 
 
Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis H. Zamzami SH. (Foto:Johandi/FokusRiau.Com) 
 
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Bengkalis sekaligus Ketua GANN (Gerakan Anti Narkotika Nasional) Dody menyambut baik langkah Diskominfo Bengkalis yang terus memperkuat kerjasama dengan media. Namun sebagai dinas baru di Pemkab Bengkalis, pihaknya memberikan sejumlah masukan, agar kerjasama pemkab dengan media bisa lebih erat. 

Misalnya dengan meningkatkan aksesibilitas awak media dengan pejabat serta kecepatan respon dalam menyikapi perkembangan isu strategis di Bengkalis. “Kami siap membantu Diskominfo Bengkalis dalam menjalankan tupoksinya,” tukasnya. (advetorial/johandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus