Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Mendikbud Minta Maaf Soal Kisruh Penyelenggaraan UN

Kamis, 02 Mei 2013


DUMAI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh secara resmi menyampaikan permohonan maaf terhadap kisruh penyelenggaraan ujian nasional tingkat SMP dan SMA sederajat yang berlangsung beberapa waktu lalu. Permintaan maaf itu disampaikan Mendikbud melalui pidatonya yang dibacakan Ketua Pengadilan Negeri Dumai, Barita Saragi ketika menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5).
 
“Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya atas persoalan penyelenggaraan ujian nasional tingkat SMP dan SMA sederajat tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” kata Barita.
 
Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit imunitasnya harus ditingkatkan. Salah satu upaya tersebut melalui vaksinasi. "Dalam perspektif sosial kemasyarakatan, ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan beradaban," katanya.
 
Bagaimana caranya menaikkan daya tahan sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya pendidikan. Karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial. Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itulah yang melatarbelakangi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, ‘Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan’.  "Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu, sehingga kita terhindari dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial,” tukasnya.
 
Pada kesempatan itu, Mendikbud mengajak semua masyarakat pencinta pendidikan bersama-sama membuka posko anti drop out atau anti putus sekolah awal tahun pelajaran nanti. “Kita ingin memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah,” harapnya.
 
Di sisi lain, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. “Bertahap berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 dan 4 untuk jenjang SD dan kelas 7 untuk SMP serta kelas 10 untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan, jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah,” tuturnya.
 
Dimana, Kurikulum 2013 ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045. “ Mari kita tingkatkan upaya dan keikhlasan kita dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” ajaknya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus