Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Sport

Menelisik Juara Liga Inggris 2019/2020: Liverpool dan City Tetap Favorit

Jumat, 09 Agustus 2019

City dan Liverpool favorit juara Premier League 2019/2020. (Foto:Reuters)

PEKANBARU-Sejumlah klub mapan bakal kembali bersaing memperebutkan gelar juara Premier League 2019/2020. Manchester City dan Liverpool diprediksi kembali bersaing ketat meraih podium tertinggi.

Beberapa klub elite memang tengah menggalang kekuatan demi menjaga asa juara. Hanya saja, dua klub teratas musim lalu: Man City dan Liverpool lebih siap dibanding klub lainnya. Man City yang berstatus juara bertahan masih layak menyandang tim favorit. Kesolidan tim arahan Pep Guardiola tetap terjaga lantaran tak banyak merombak skuat.

Tercatat, Guardiola hanya mendatangkan Rodri Hernandez dari Atletico Madrid untuk menggantikan peran vital Fernandinho yang mulai termakan usia (34 tahun).

Pelatih asal Spanyol itu berupaya menjaga keseimbangan lini tengah City seandainya performa Fernandinho mulai menurun atau bahkan terbelenggu cedera. Rodri adalah solusi terbaik untuk menggantikan tugas Fernandinho di tengah jadwal padat yang harus dihadapi City.

Posisi ujung tombak masih dipercayakan kepada Sergio Aguero dan Gabriel Jesus dilengkapi duo penyerang dengan daya jelajah tinggi macam Raheem Sterling dan Leroy Sane.

Guardiola juga punya stok berlimpah di lini tengah. Ada Kevin De Bruyne, David Silva, Bernardo Silva, Ilkay Guendogan, Riyad Mahrez, serta talenta muda Inggris Phil Foden yang musim lalu berhasil mencuri perhatian.

Persaingan di bawah mistar juga tak kalah penting. Ederson Moraes yang beberapa musim terakhir rutin menjadi pilihan utama dibayangi kiper berkualitas dan sarat pengalaman seperti Claudio Bravo.

Guardiola pun leluasa melakukan rotasi berkat kualitas pemain yang nyaris tak berjarak. The Citizens hanya butuh konsisten meraih hasil positif di setiap laga untuk menjaga peluang juara. 

Ambisi Liverpool
Liverpool punya ambisi besar untuk mengakhiri paceklik juara Liga Inggris yang tak pernah lagi mampir ke Anfield selama 30 tahun terakhir. Apalagi musim lalu The Reds hanya terpaut satu poin dari Man City.

Rivalitas City dan Liverpool berpeluang kembali terjadi musim 2019/2020 mengingat keduanya tak banyak merombak skuat. Bahkan hingga kini The Reds belum mendatangkan pemain bintang.

Simon MignoletSimon Mignolet hengkang dari Liverpool. (AP Photo/Frank Franklin II)
Manajer Juergen Klopp bahkan melepas kiper Simon Mignolet dan penyerang Daniel Sturridge yang musim lalu lebih banyak menghangatkan bangku cadangan.

Posisi penjaga gawang utama masih diemban Alisson Becker yang musim lalu tampil fantastis. Klopp juga masih mengandalkan trio Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah sebagai pendobrak di lini depan.

Pemain Terbaik Liga Inggris musim lalu, Virgil van Dijk, pun tetap dipercaya memimpin barisan pertahanan. Klopp hanya perlu mendatangkan sejumlah pemain pelapis berkualitas untuk mengantisipasi hantu cedera yang sewaktu-waktu bisa melanda.

Dengan kekuatan merata, Klopp tinggal meracik tim yang siap tampil dengan variasi taktik dan strategi. Sebab, lawan-lawan yang bakal dihadapi juga mulai berbenah dan mencari titik lemah Liverpool.

Predikat juara Liga Champions bisa jadi modal bagus Liverpool untuk mencoba memutus dominasi City di Premier League. Konsistensi permainan masih jadi pekerjaan rumah yang mesti dibenahi Klopp.

Tanpa memandang sebelah mata klub lainnya, Liverpool dan City memang layak dijagokan dalam perburuan gelar musim ini. Terlebih beberapa klub pesaing sedang berupaya membangun kekuatan dengan pemain ataupun pelatih baru.

Pengganggu City dan Liverpool
Sedikitnya ada empat tim elite yang bisa mengganggu kelanjutan rivalitas Liverpool dan City musim ini. Mereka adalah Tottenham Hotspur, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea.

Tottenham bisa jadi klub paling berpotensi merusak dominasi Liverpool dan City. Runner up Liga Champions musim lalu tersebut sedang membangun kekuatan lebih dahsyat lagi. Selain merampungkan pembelian Tanguy Ndombele, Spurs juga mendatangkan gelandang Ryan Sessegnon dari Fulham. Dua penggawa muda itu diharapkan bisa menjadi amunisi tambahan bagi The Lilywhites.

Tim lain yang berpotensi merusak prediksi juara adalah Manchester United. Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer yang musim lalu bekerja di pertengahan musim, kini lebih leluasa mendatangkan sejumlah pemain yang sesuai dengan strategi racikannya.

Setelah resmi mendatangkan dua bek sayap, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka, Solskjaer akhirnya mendapatkan bek tengah terbaik Leicecster City, Harry Maguire. 

Solskjaer tinggal fokus membangun kekuatan lini serang. Setan Merah dikabarkan berupaya mendatangkan striker mumpuni untuk mengantisipasi kepergian Romelu Lukaku ke Inter Milan.

Chelsea dan Arsenal juga siap meramaikan big four Liga Inggris. Arsenal yang baru saja mendapatkan Pepe diharapkan bisa menambah daya ledak serangan The Gunners yang memiliki duet Pierre Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

Namun, inkonsistensi permainan masih jadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi Unai Emery. Selain itu, tim Meriam London juga kudu membangun mental juara Mesut Ozil dkk yang semakin pudar.

Sementara Chelsea harus beradaptasi dengan pelatih anyar Frank Lampard. The Blues juga butuh waktu untuk melupakan Eden Hazard yang hengkang ke Real Madrid. Asa meraih juara Premier League bakal sulit dicapai Chelsea musim ini.

Degradasi 
Tiga tim terbawah kemungkinan bakal dihuni Brighton & Hove Albion, Norwich City, dan Newcastle United. Musim lalu Brighton menjadi salah satu tim promosi yang mampu bertahan di Premier League berhasil bertahan. Namun, The Seagulls diperkirakan bakal sulit lolos dari jerat degradasi musim ini.

Manajer Graham Potter memang berhasil membuat Brighton bertahan di Premier League usai menggantikan Chris Hughton di pengujung musim. Tapi, Potter juga diprediksi tak akan mampu mempertahankan jabatan pelatih dan bisa membuat Brighton terlempar dari kasta tertinggi musim depan

Norwich yang berstatus sebagai tim promosi diperkirakan bakal sulit beradaptasi di Premier League. Teemu Pukki yang musim lalu mencetak 29 gol bakal sulit mengulanginya di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Sementara Newcastle yang ditinggal pergi Rafa Benitez bakal kesulitan membangun atmosfer baru di bawah arahan manajer anyar, Steve Bruce.

The Magpies memang sukses mendatangkan Joelinton dari Hoffenheim dengan transfer 40 juta poundsterling atau jumlah yang cukup fantastis bagi tim papan tengah. Namun, kedatangan Joelinton belum bisa menutupi peran yang ditinggalkan Ayoze Perez (Leicester City) dan Salomon Rondon (Dalian Yifang).

Karier Steve Bruce di Newcastle kemungkinan tidak akan bertahan lama karena tekanan suporter mereka yang terkenal fanatik dan memiliki basis masa cukup besar. Jika Bruce dipecat di tengah jalan maka peluang Newcastle bertahan di Liga Inggris semakin sulit. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus