Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Sport

Menelisik Rivalitas Semu Liverpool Vs City di Ajang Community Shield

Jumat, 02 Agustus 2019

Aguero tidak dimainkan Guardiola selama pramusim City. (Foto:Reuters)

PEKANBARU-Pertandingan amal Community Shield yang menjadi laga pembuka Liga Primer Inggris musim 2019/2020 antara Liverpool vs Manchester City di Stadion Wembley, Minggu (4/8/2019) berpeluang menampilkan persaingan semu di lapangan.

Sejak 1908, Community Shield yang dahulunya bernama Charity Shield seperti 'pintu gerbang' untuk masuk ke level elite sepak bola Liga Inggris.

Saat ini, laga Community Shield mempertemukan pemenang antara Liga Primer Inggris dengan juara Piala FA. Jika trofi dua ajang itu dimiliki oleh satu klub, maka tim yang bertanding adalah juara dan runner-up Liga Primer.

Meski kedua tim yang bertanding merupakan terbaik dari musim lalu, namun komposisi pemain yang diturunkan di laga ini tidak selalu inti. Kondisi ini sudah seperti tradisi seperti layaknya pertandingan Community Shield itu sendiri.

Sebagian besar tim memilih memainkan beberapa pemain pelapis di babak pertama dan menyimpan pemain utama di bangku cadangan. Situasi yang terbalik dibanding saat Liga Primer Inggris dimulai, di mana pemain pelapis akan ditempatkan di pinggir lapangan.

Pada Community Shield 2018, Man City menurunkan Claudio Bravo sebagai starter sedangkan Ederson dicadangkan. Vincent Kompany, Nicolas Otamendi, dan Ilkay Guendogan juga tidak turun sejak menit pertama.

Sementara itu, Chelsea yang jadi lawan Man City hampir tampil dengan kekuatan penuh. Hanya Willian yang ada di daftar pemain pelapis, sedangkan Callum Hudson-Odoi starter. Satu musim sebelumnya di Community Shield 2017, Chelsea di bawah asuhan Antonio Conte juga memainkan skuat terbaik. Tetapi Arsenal mencadangkan Sead Kolasinac dan Theo Walcott.

Di tahun ini Man City dan Liverpool juga bisa mengikuti tim-tim pendahulunya yang membagi kekuatan untuk pertandingan yang tidak krusial ini.

Terlebih lagi, saat musim 2018/2019 berakhir sebagian pemain Man City dan Liverpool harus mengikuti turnamen Copa America 2019 dan Piala Afrika 2019.

Sebanyak lima pemain The Citizens terbang ke Brasil untuk bermain di Copa America tahun ini: Ederson, Fernandinho, dan Gabriel Jesus (Brasil) serta Sergio Aguero dan Nicolas Otamendi (Argentina). Di kubu Liverpool hanya ada Roberto Firmino, Alisson Becker (Brasil).

Di Piala Afrika pemain Man City hanya diwakili Riyad Mahrez sebagai kapten Aljazair. Jumlah pemain Liverpool di Piala Afrika lebih banyak ketimbang Man City. Tiga pemain Liverpool tampil di Mesir: Naby Keita (Guinea), Sadio Mane (Senegal), dan Mohamed Salah (Mesir).

Seluruh pemain Liverpool dan Man City yang dipanggil ke Copa America dan Piala Afrika tidak ikut dalam sebagian besar laga pramusim kedua tim. Di laga pramusim terakhir melawan Yokohama Marinos, manajer Man City Pep Guardiola tidak memasukkan kelima pemainnya yang tampil di ajang terbesar di Amerika Selatan itu.

Maklum, lima pemain Man City di Copa America tampil hingga pertandingan terakhir. Timnas Argentina harus meladeni Chile di perebutan peringkat ketiga sementara Brasil bermain di final dan keluar sebagai juara. Nama Mahrez juga belum terlihat dalam skuat Manchester Biru itu usai membawa Aljazair juara Piala Afrika. Kekuatan Man City di Community Shield nanti juga bisa tergerus lantaran bek Aymeric Laporte diragukan tampil karena cedera.

Sedikit berbeda dengan Man City, Liverpool memainkan Alisson, Firmino, Salah, dan Keita di laga pramusim terakhir saat menang 3-1 atas Olympique Lyon.

Tetapi tidak ada nama Mane yang mengantar Senegal ke final Piala Afrika dalam daftar pemain lawan Lyon. Mane meminta izin kepada manajer Juergen Klopp untuk berlibur selama tiga pekan.

Selain bakal absen di Community Shield, Mane juga berpeluang tidak tampil di laga pertama Liverpool di Liga Primer Inggris saat melawan Norwich City, Sabtu (10/8) dini hari WIB.

Sekalipun beberapa pemain inti dari kedua tim tampil sejak menit awal, namun para pemain tersebut diragukan bermain penuh selama 90 menit. Dengan begitu, pertarungan Liverpool vs Man City nanti bisa jadi tidak berjalan menarik.

Pertandingan pertama Liga Primer Inggris yang berlangsung satu minggu berikutnya akan jadi fokus utama bagi kedua manajer. Start yang bagus akan jadi modal untuk Man City dan Liverpool dalam memiliki awal yang bagus dalam perburuan gelar juara musim 2019/2020.

Dikutip dari Forbes, Salah dan Mane bermain lebih dari 4 ribu menit atau lebih dari 50 pertandingan di semua kompetisi pada musim lalu. Menit bermain itu bertambah dengan pertandingan-pertandingan di Piala Afrika.

Begitu juga dengan Firmino dan Alisson yang total bermain selama 6.030 menit sejak pramusim 2018/2019 termasuk dengan laga di timnas Brasil.

Kehadiran Rodri Hernandez sebagai pemain baru Man City juga tidak akan banyak berpengaruh untuk juara Liga Primer Inggris tersebut. Mantan pemain Atletico Madrid itu masih perlu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Inggris untuk bisa tampil penuh di satu pertandingan.

Sedang Liverpool tidak memiliki perubahan di dalam skuat mereka. The Reds belum melakukan pembelian pemain bagus di bursa transfer kali ini. Kedatangan Sepp van den Berg juga masih sulit untuk menggeser nama-nama bek tengah seperti Dejan Lovren atau Joel Matip.

Dengan kemungkinan kedua tim tidak memainkan kekuatan terbaiknya selama 90 menit, Community Shield 2019 yang mempertemukan Liverpool vs Man City berpeluang berjalan hambar. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus