Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Mengaku Dapat Pesan Almarhum Nenek, Faisal Nekat Membakar Istana Siak

Rabu, 10 Januari 2018

Pelaku diamankan polisi. (Foto:Satria Donald/FokusRiau.Com)

SIAK-Polres Siak berhasil menangkap pelaku pembakaran bagian dalam Istana Siak, Rabu (10/1/2018) sore. Pelaku berinisial TSA alias Faisal (41) dan ditangkap di Pekanbaru. TSA diketahui berdomisili di Jalan Delima, Gang Delima XI RT 05 RW 01 Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Benar, pelaku ditangkap di Pekanbaru sekitar pukul 16.10 WIB sore tadi. Setelah beberapa hari diakukan penyelidikan, tadi sore kita tangkap," kata Kapolres AKBP Barliansyah saat dihubungi FokusRiau.Com, Rabu sore. 

Berdasarkan keterangan pelaku, menurut Kapolres, dirinya telah melakukan pembakaran di dalam Istana Siak dengan alasan adanya pesan dari almarhum neneknya. "Almarhum nenek yang menyuruh saya membakar Istana Siak," kata Kapolres menirukan keterangan TSA. 

Diketahui, sejumlah patung berpakaian khas Melayu yang berada di dalam Istana Siak, Senin (8/1/2018) siang dibakar orang tak dikenal. Selain patung, kain yang menempel di pintu juga ikut terbakar. Beruntung api tidak menjalar dan menghanguskan seluruh isi bangunan yang memuat sejarah Melayu di Siak Sri Indrapura tersebut. 

Sehari setelah terbakarnya bagian dalam Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Siak, Selasa (9/1/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, Bupati Syamsuar langsung mengunjungi istana yang merupakan salah satu cagar budaya nasional tersebut. 

Sesampai di istana, dengan didampingi Kadis Pariwisata Siak Fauzi Asni, Kasatpol PP Kaharuddin dan Staf Ahli Bupati Hendrisan, Syamsuar mengumpulkan semua penjaga yang bertugas di lingkungan istana. 

Untuk mendapatkan informasi lengkap dari petugas terkait insiden kebakaran itu, Syamsuar sengaja menggelar pembicaraan tertutup. Setelah 30 menit, Bupati langsung memberikan informasi kepada wartawan terkait insiden terbakarnya bagian dalam Istana Siak tersebut. "Saya prihatin dengan kejadian ini. Pelakunya pasti tak waras. Kalau orang waras tak mungkin dia mau melakukan tindakan keji ini," ujarnya. 

Syamsuar kemudian mengintruksikan, mulai Rabu ini, Istana Siak kembali dibuka untuk umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas penjaga akan ditambah. Lalu, alat CCTV yang ada dalam istana akan ditambah dan yang tidak berfungsi segera diganti. 

"Pengunjung yang datang akan dibatasi jumlahnya, maksimal 80 orang yang boleh masuk istana. Artinya, dengan kejadian ini kita lebih hati-hati lagi menjaga warisan kerajaan siak ini," ujarnya. (satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus