Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Mengaku Teroris Sampai Bercanda Soal Bom dalam Pesawat Lion Air

Kamis, 17 Mei 2018

Maskapai Lion Air. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kabar soal keberadaan bom ataupun teroris ternyata memberikan dampak terhadap lingkungan dengan cepat, termasuk dalam pesawat. Terhitung awal Mei 2018, sedikitnya ada empat penundaan penerbangan terpaksa dilakukan, akibat candaan penumpang soal bom dan teroris.

Pada 2 Mei lalu, jadwal pesawat Lion Air rute Jakarta-Belitung harus tertunda dua jam. Delay dilakukan sebab seorang penumpang yang mengatakan ada bom dalam pesawat. Pilot pesawat memutuskan melakukan penyisiran. Seluruh penumpang yang terdiri atas 166 penumpang dewasa, enam anak-anak dan dua bayi diturunkan dari pesawat. Barang bawaan dan kargo pun ikut diturunkan. Namun akhirnya informasi dari penumpang tersebut bohong.

"Dengan kerja sama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan bandar udara (aviation security/avsec), proses pemeriksaan diselesaikan secara tepat dan benar," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Rabu (2/5/2018).

Berselang tiga hari, kejadian serupa terulang. Kali ini terjadi di pesawat Lion Air rute Makassar-Surabaya. Seorang perempuan berinisial ST bercanda kepada awak pesawat bahwa ada bom dalam barang bawaannya. Petugas pun terpaksa melakukan penyisiran dan memastikan itu hanya hoax. Akibat ulah ST itu, penerbangan tertunda selama 1 jam.

Peristiwa serupa kembali berulang pada 12 Mei di pesawat Lion Air JT 168 rute Jakarta-Pangkalpinang. Seorang penumpang inisial ZN bergurau soal bom kepada awak kabin. Akibatnya, seluruh penumpang dan barang bawaannya harus diperiksa ulang serta membuat penerbangan tertunda 1 jam.

"ZN harus menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut di avsec airlines. Kemudian Lion Air menyerahkan mereka ke Avsec Angkasa Pura II cabang Soekarno-Hatta, otoritas bandar udara, serta pihak berwenang," kata Corporate Communications Lion Air, Ramaditya Handoko, Sabtu (12/5/2018) lalu.

Kasus yang terbaru adalah ulah DB yang mengaku-ngaku sebagai teroris saat masuk ke pesawat. DB juga menyebut membawa bom hingga akhirnya diamankan pihak bandara. DB naik Lion Air dengan rute Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kemudian DB mengaku kepada salah satu awak kabin sebagai teroris dan membawa bom di dalam tas.

"Seluruh 200 penumpang dewasa, barang bawaan, dan kargo harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening). Hasilnya adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Danang.

Lion Air kemudian menurunkan DB beserta barang bawaannya. DB diserahkan kepada pihak otoritas bandara serta pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut. (*)



Editor : Boy Surya Hamta
Sumber : Detikcom


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus