Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Mengenal Hipoksia yang Ramai Dikaitkan dengan Kematian Kiper Choirul Huda

Kamis, 19 Oktober 2017

Hipoksia dapat berakibat fatal. (Foto: Istimewa)

KEMATIAN Choirul Huda, kiper Persela Lamongan setelah mengalami cedera dalam laga melawan Semen Padang FC beberapa waktu lalu di Stadion Surajaya, Lamongan, masih menyisakan tanda tanya. Banyak yang mengaitkannya dengan hipoksia. Apa itu hipoksia? berikut rangkuman dari beberapa sumber.

Manusia selalu membutuhkan oksigen untuk bernapas. Kekurangan suplai oksigen dalam tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya, akan menyebabkan hipoxemia atau hipoksia. Hipoxemia (kurangnya oksigen dalam darah) akan menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh). Hanya saja, seringkali kedua gejala ini sering disebut sebagai hipoksia. 

Kekurangan oksigen untuk bernapas akan berakibat fatal. Tanpa oksigen, otak, hati, dan organ lainnya akan rusak dan tak berfungsi dalam hitungan menit setelah gejala tampak. Banyak yang sadar kalau hipoksia merupakan sebuah kondisi yang berbahaya. Agar tak berakibat fatal, gejala-gejala hipoksia harus diperhatikan dan ditangani dengan cepat. 

Dalam kondisi hipoksia ringan, penderita akan mengalami beberapa gejala antara lain kehilangan ingatan jangka pendek. Selain itu, penderita hipoksia ringan juga kerap kali mengalami kesulitan untuk menggerakkan tubuh dan sulit untuk fokus. 

Berbeda dengan dengan gejala hipoksia ringan, di tingkat berat, hipoksia akan membuat penderita mengalami koma, berhenti bernapas, sampai kematian otak. 

Ada beberapa gejala atau tanda-tanda yang dapat dirasakan bila mengalami hipoksia. Gejala yang muncul juga bisa secara mendadak, akut atau cepat memburuk serta bersifat kronis. Beberapa gejala umum yang muncul adalah sebagai berikut:

- Nafas pendek
- Mengeluarkan keringat yang cukup banyak
- Sianosis atau adanya perubahan warna kulit. Biasanya kulit akan berubah warna menjadi biru atau merah   keunguan. Keadaan ini dapat terjadi karena kadar hemoglobin yang tidak mengikat oksigen berada di   bawah normal.
- Mual dan muntah
- Rasa bingung
- Sesak napas
- Batuk-batuk
- Penderita biasanya juga akan mengalami halusinasi
  Mudah merasa lelah
- Detak jantung yang cenderung cepat dan denyut nadi juga meningkat. Saat menarik napas seperti ada   bunyi atau mengi.
 
Jika mendapati gejala seperti yang disebutkan, segeralah periksa ke dokter. Jika tidak ditangani dengan cepat, penderita kemungkinan besar akan mengalami komplikasi serius. 

Penyebab
Dikutip dari vebma.com, beberapa orang yang mengalami hipoksia biasanya disebabkan oleh hipoksemia atau rendahnya kadar oksigen pada pembuluh darah arteri (pembuluh darah bersih) atau bahkan sebaliknya. Namun tak hanya disebabkan oleh hipoksemia saja, ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan terjadinya hipoksia, di antaranya:

-Terjadinya gangguan pada jantung. Ganguan ini bisa berupa detak jantung yang cenderung melambat secara terus menurus (severe bradycardia). Adanya kontraksi pada bilik jantung atau ventrikel yang terlalu cepat dan tidak teratur (ventricular fibrillation).

-Adanya gangguan pada organ paru-paru berupa penyakit obtruktif kronik paru, emfisema, kanker paru, pneomonia, asma, bronkitis atau penyakit lain jang menjangkiti organ paru. 

-Kondisi anemia atau yang dapat merusak sel darah merah dalam tubuh juga dapat mengakibatkan terjadinya hipoksia.

-Jenis obat-obatan yang memiliki efek samping pada pernapasan.

-Berhentinya aliran darah yang menuju ke organ tubuh tertentu atau berkurangnya aliran darah
Kondisi lingkungan dengan kadar oksigen yang cukup rendah.

-Adanya ketidakseimbangan antara oksigen yang masuk ke paru-paru dengan yang dialirkan ke seluruh tubuh.

-Adanya kelainan pada hemoglobin. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus