Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Menghitung Potensi Kerugian Golkar Pasca Titiek Soeharto Gabung Berkarya

Selasa, 12 Juni 2018

Tommy Soeharto (kiri) dan Titiek Soeharto (kanan) (Foto:Detikcom)

JAKARTA-Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto sudah memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar. Dia secara resmi pindah ke Partai Berkarya yang dipimpin adiknya Hutomo Mandalo Putra (Tommy Soeharto).

Kepergian Titiek diperkirakan bakal menimbulkan kerugian bagi Partai Golkar. Salah satunya, Golkar berpotensi kehilangan suara di DIY. Alasannya, Titiek merupakan satu-satunya anggota DPR Golkar dari Yogyakarta. Dalam pemilu 2014, Golkar menempati posisi kelima di Yogyakarta dengan memperoleh 193.806 suara atau 9,42 persen. 

Secara pribadi, Titiek memperoleh 61,655. Dengan pindahnya Titiek ke Berkarya, diyakini Golkar bisa kehilangan suara para pemilih Titiek di 2014 lalu. Selain soal suara pemilih di 2014 lalu, kepergian Titiek yang merupakan putri Presiden RI ke-2 Soeharto, diperkirakan bakal membuat suara para pencinta Soeharto yang selama ini memilih Golkar berkurang. 

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Saat pemilu 2014 lalu, Titiek kerap menggunakan nama ayahnya saat kampanye. Salah satunya dalam spanduk ataupun poster-poster kampanyenya yang menampilkan sosok sang ayah.

Misalnya, salah satu poster Titiek dengan tagline 'Putri Ngayogyakarto, Putrine Pak Harto jujur dan dapat dipercaya'. Untuk meyakinkan bahwa dia warga Yogyakarta, dia mengenakan sanggul dan kebaya motif kembang warna terang. 

Untuk lebih meyakinkan dia adalah putri Pak Harto adalah dengan nama Siti Hediati Soeharto. Nama Hariyadi tidak dicantumkan dalam poster-poster itu. Sedangkan di tagline bawah bertuliskan 'Pak Harto OKE! Mbak Titiek YES!'

Potensi kehilangan suara para pendukung Soeharto karena kepergian Titiek ini pun sudah diperkirakan. Salah satunya oleh politikus Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

"Saya berharap kabar itu tidak benar dan kalaupun benar Golkar harus bekerja lebih keras lagi, untuk menutup lubang pencinta Pak Harto kemungkinan besar bergeser, tapi kemungkinan besar tidak," ujar Bamsoet saat ditanya soal pengaruh kepergian Titiek ke Berkarya, di Sekretariat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jalan Duren Tiga, Jakarta, Senin kemarin.

Titiek sendiri telah menyampaikan pernyataan politik soal kepindahannya ke Berkarya. Alasannya keluar dari Golkar adalah sikap politik yang berbeda. Golkar diketahui sebagai pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo dan akan mengusung Jokowi kembali pada Pilpres 2019.

"Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekadar mengekor dan 'ABS' (asal bapak senang)," ungkap Titiek. (*)
 
 
 
 

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Detikcom


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus