Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Mengukir Prestasi Sektor Pertanian, Rohil Menuju Swasembada Pangan

Selasa, 04 Desember 2018

Bupati Suyatno bersama Plt Gubri Wan Thamri naik traktor di panen raya. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

ROKAN HILIR-Program ketahanan pangan pada masa kepemimpinan Bupati Suyatno, terus mengukir prestasi dengan keberhasilnya membina berbagai kelompok tani dalam memacu peningkatan sektor pertanian dan pencapaian swasembada pangan. Penerapan program ini dinilai berhasil, dengan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat petani.

Buktinya, sektor pertanian turut dan terus mengukir prestasi di tingkat nasional. Penilaian itu meliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program program yang diterapkan.

Tentunya Kepemimpinan H Suyatno dalam menciptakan kehidupan masyarakat tani yang lebih baik sudah terbukti. Buktinya, sejumlah prestasi telah banyak yang berhasil diukir oleh petani Rohil di tingkat Nasional. Sejak tahun 2006 lalu sampai sekarang, Kelompok Tani Moro Seneng di Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Tata Air Mikro (TAM).

Kemudian tahun 2007, giliran Kelompok Tani Sumber Harapan Muktijaya Kecamatan Rimba melintang meraih prestasi nasional dalam Pengelolaan TAM. Masih di tahun sama, Kelompok Tani Kedele Rokanbaru Kecamatan Pekaitan meraih prestasi ketahanan pangan tingkat nasional.

Selanjutnya, 2010 giliran Kelompok Mikro Tani Pedamaran Kecamatan Pekaitan meraih prestasi nasional di bidang pengelolaan TAM. “Kalau 2011 ini adalah Gapoktan Muktijaya di Kecamatan Rimba Melintang yang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Gapoktan sekaligus penyuluh swadaya Kepenghuluan Paritaman juga meraih prestasi nasional. 
 
 
Bupati Suyatno bersama Plt Gubri Wan Thamri dan Forkompimda Rohil melaksanakan panen raya padi. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Tahun 2015, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Muktijaya, Kecamatan Rimba Melintang kembali mengukir prestasi gemilang. Gapoktan di bawah binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rohil telah diundang ke Istana Jakarta untuk menerima penghargaan tingkat nasional sebagai Gapoktan berprestasi.

Untuk mencapai dan meraih penghargaan berprestasi sampai tingkat nasional ini, banyak seleksi dan tahapan yang harus dilewati Gapoktan Muktijaya. Yakni melalui seleksi tingkat kabupaten dan Provinsi Riau hingga sampai ke tingkat nasional. Malahan, tim dari kabupaten dan provinsi serta pusat untuk ke lapangan untuk melakukan penilaian.

Penilaian meliputi pengelolaan dan pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.

Sebagaimana diketahui, kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mukti Jaya cukup banyak. Yakni 10 kelompok tani, 4 kelompok pembudidaya perikanan, 2 kelompok peternak, 2 kelompok wanita tani dan 4 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Dengan diundangnya Gapoktan Muktijaya ke Istana negara itu setidaknya dapat memotivasi bagi petani untuk meningkatkan usaha taninya. Kearifan Suyatno sebagai pemimpin Rohil sudah tak diragukan lagi. Berbagai sektor sudah terbukti menuai prestasi sebagaimana diketahui.baik itu dari kabar mulut maupun dari media massa.

Sebagaimana program Nasional yang digalakkan Presiden Joko Widodo, terkait ketahanan pangan nasional sangat perlu. Demikian juga dengan Rohil menempati posisi penting disana, bahkan saat ini Pekab Rohil tengah menggalakkan kegiatan program tersebut.

Pemerintah Kabupaten Rohil bertekad swasembada pangan 2019 mendatang. Keberhasilan itu diyakini dapat dicapai bekerjasama dengan Pemda, TNI dan kelompok tani.

Diketahui, dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Riau. Namun, kini produksi padi menurun lantara banyaknya alih fungsi lahan. Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, Pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD, kelompok tani, untuk mengatasi persoalan ini nantinya.

Hasilnya dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, sektor pertanian di Rohil dapat meningkat pesat dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Riau.

Sebagaimana yang diintruksikan Priseden Joko Widodo, bahwa Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan. Dari pada itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. Terpenting, menurut bupati, kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija

Terbukti, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai dan jagung, harapan tersebut agar bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan 2019 ini. (advertorial/humas protokol)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus