Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Menteri Pariwisata Arief Yahya Buka Festival Pacu Jalur di Kuansing Riau

Rabu, 21 Agustus 2019

Menpar Arief Yahya memukul gong tanda pembukaan pacu jalur. (Foto:Antara)

KUANSING-Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu pagi membuka Festival Pacu Jalur di Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau. Pacu jalur akan memperebutkan Piala Menteri Pariwisata. Untuk menambah semangat para pedayung dan meningkatkan gengsi acara, Menteri Arief Yahya menambah hadiah dari Rp65 juta menjadi Rp100 juta. 

“Hadiah pertama dari Rp65 juta dibulatkan Rp100 juta. Jadi Piala Menpar sekaligus hadiahnya Rp100 juta,” kata Arief Yahya.

Dia berharap, festival tersebut ke depan akan terus memberikan hadiah besar, menjadi sebuah kebiasaan yang akan meningkatkan gengsi sebuah acara. “Semoga jadi kebiasaan ke depan, karena gengsi dari satu perlombaan biasanya dilihat dari berapa hadiahnya,” katanya.

Pacu Jalur merupakan perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu antara 25-40 meter dan lebar bagian tengah antara 1,3 sampai 1,5 meter. Dalam bahasa penduduk setempat, kata jalur berarti perahu.

Menpar Arief Yahya sendiri sudah melakukan kunjungan kerja dua hari di Riau. Hari pertama, meninjau rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis dan rencana pembukaan rute jalur laut baru di Kota Dumai tujuan Malaka, Malaysia.

Hari kedua, membuka Festival Pacu Jalur 2019 bersama Gubernur Syamsuar dan Wakil Bupati Halim. Menpar Arief Yahya juga sempat menjajal "maelo jalur" yang merupakan tradisi masyarakat setempat menarik perahu kayu dengan rotan. "Saya janji tahun depan Festival Pacu Jalur masuk calender of event (pariwisata) nasional," kata Menpar yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Wakil Bupati Kuansing Halim menambahkan, tradisi pacu jalur punya sejarah panjang karena sudah digelar sejak 116 tahun yang lalu. Penyelenggaran Festival Pacu Jalur 2019 digelar tanggal 21-25 Agustus, dan diikuti 175 jalur. Dari setiap desa ada yang mengikutkan satu sampai dua jalur, tergantung berapa banyak pemudanya yang jadi pendayung.

Hanya saja, Halim menyayangkan, festival tersebut pada tahun ini dicoret dari daftar agenda pariwisata nasional (calender of event) Kemenpar RI. "Kami berharap pacu jalur ini masuk lagi ke kalender eventKemenpar," katanya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus