Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

Menyimak Upaya Diskominfo Inhil Menahan Laju Hoax di Tahun Politik

Sabtu, 26 Mei 2018

Kepala Bidang P4SDKI Diskominfo Inhil Trio Beni Putra. (Foto:Diskominfo)

INDRAGIRI HILIR-Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indragiri Hilir terus berkomitmen menahan laju penyebaran berita palsu atau hoax, khususnya di tahun politik 2018 dan 2019 dengan berbagai langkah.

Menjelang kontestasi pilkada yang akan berlangsung tahun 2018 disusul pemilu dan pilpres tahun 2019, dibutuhkan penekanan terhadap frekuensi penyebaran hoax. Kepala Bidang P4SDKI Diskominfo Inhil Trio Beni Putra menyebut, upaya meredam hoax mesti dilakukan, mengingat hoax merupakan sebuah instrumen yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

"Kita akan mengambil langkah tegas terhadap media sosial atau media mainstream yang memuat konten hoax, mulai dari teguran tertulis dan pemanggilan stake holder," ungkap Trio di Tembilahan, Jumat (25/5/2018).

Pembatasan akses, menurut Trio adalah langkah antisipatif yang juga memungkinkan untuk diambil. Langkah tersebut juga pernah dilakukan Kementerian Informatika dan Komunikasi. "Langkah yang diambil nantinya akan mengacu pada UU Informasi dan Elektronik yang dilanggar. Pembatasan akses bisa berupa penutupan layanan sementara, membekukan atau menghapus suatu akun di media sosial hingga memblokir situs terkait," ulasnya.

Trio menyebutkan, sejak akhir tahun 2017, berita palsu atau hoax sudah sangat banyak tersebar. Selain dapat memicu perpecahan, hoax juga memuat unsur pembodohan terhadap masyarakat karena kebenaran informasi yang terkandung tidak akurat.

"Selama ada bukti dan aduan yang masuk kita akan lakukan penindakan. Tentu, upaya ini dilakukan demi memperkecil potensi merebaknya berita - berita bohong di kalangan masyarakat," tukasnya.

Literasi Digital
Di sisi lain, Diskominfo Inhil juga menyatakan komitmennya menahan penyebaran hoax melalui literasi digital dengan program siberkreasi. Langkah jangka pendek ini merupakan respons Diskominfo Inhil atas agenda program yang digulirkan Kemenkominfo.

Siberkreasi yang diusung, menurut Trio adalah sebuah gerakan sporadis yang merangkul lembaga mulai dari perguruan tinggi, korporasi, lembaga swadaya masyarakat, media massa, juga asosiasi pekerja seni. "Kemenkominfo dengan literasi digitalnya telah dan sedang mengampanyekan literasi digital secara maraton. Kita juga akan menindaklanjuti program ini berkoordinasi dengan Kemenkominfo," paparnya.

Meski diasumsikan program literasi digital ini belum bisa mengimbangi laju hoax yang dipastikan menghiasi wajah media sosial dan media arus utama jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, Trio meyakini, langkah tersebut paling tidak mampu meminimalisir hoax yang tersebar dan menjadi konsumsi masyarakat Inhil selama ini. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus