Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Meranti Harus Miliki Komitmen Kuat Untuk Ciptakan Lingkungan Sehat

Jumat, 12 April 2019

Ketua DPRD Meranti Fauzi Hasan SE. (Foto:Syafrizal/FokusRiau.Com)

MERANTI-Ketua DPRD H. Fauzi Hasan SE menekankan, Kabupaten Kepulauan Meranti harus memiliki komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan sehat. Dengan demikian, Perda Meranti Sehat diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat.

Lingkungan sehat, menurut Fauzi Hasan, bukanlah target yang sulit dicapai. Dengan kerjasama semua pihak, apa yang diinginkan bisa diwujudkan. Sebab, untuk di Indonesia sudah diterapkan di beberapa daerah, salah satunya di Kota Malang.

"Kalau mau seperti Malang, kita bisa asal punya komitmen lingkungan sehat. Tumbuhkan dulu kesadaran masyarakat dengan menerapkan sanksi tegas yang tak tebang pilih," ujar Fauzi, Rabu (10/4/2019).

Dia menilai, saat ini memang perlu menerapkan sanksi tegas bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Hal itu, selain menyebabkan lingkungan terlihat tidak bersih juga akan memberikan dampak negatif pada kesehatan warga.

Dicontohkan, keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Rumbia Selatpanjang sebenarnya sangat fatal. Di tengah kota dan merupakan wajah Ibukota Kepulauan Meranti, masih ada tumpukan sampah yang tak sedikit. Bau yang ditimbulkan menyengat dan tumpukan sampah tersebut juga mengganggu penglihatan. 

Selain itu, di beberapa tempat juga ditemukan tumpukan sampah yang sebenarnya bukan tempat untuk membuang sampah, seperti di Jalan Nelayan, Selatpanjang. "Kepulauan Meranti sudah 10 tahun. Kita tak ada komitmen untuk menciptakan lingkungan sehat. Sampah di tengah kota itu fatal," ujar Fauzi.

Untuk itu, Fauzi Hasan meminta semua pihak terkait untuk saling bahu membahu dalam hal pengentasan sampah di Kepulauan Meranti, terutama di Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi yang merupakan wajah ibukota. Ia juga mengancam mencoret semua anggaran dinas terkait, andai tidak ada dianggarkan untuk penanganan sampah.

Bentuk komitmennya terhadap kebersihan kota, Fauzi Hasan juga meminta Kecamatan Tebingtinggi memendingkan niat untuk membangun kantor camat yang baru. Menurut Fauzi Hasan, masalah sampah di Ibukota Kepulauan Meranti harus menjadi prioritas. 

Jika itu telah tuntas, maka ia sangat mendukung apapun bentuk pembangunan lainnya. "Tak usah kantor dululah. Sampah dulu, baru kantor," kata Politisi PAN tersebut menanggapi keinginan Camat Tebingtinggi Helfandi, beberapa waktu lalu.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti Hendra Putra MSi, mengaku akan segera menutup TPS Rumbia. Menyusul masuknya bantuan beberapa kontainer sampah. Kontainer ini akan ditempatkan di beberapa titik di Ibukota Selatpanjang untuk mengurai sampah setiap harinya.

"Kita harapkan, dengan adanya kontainer di titik-titik yang mudah dijangkau, masyarakat tak perlu membuang sampah sembarangan," ujar Hendra, Jumat (12/4/2019).

Di samping itu, Hendra berharap, kesadaran masyarakat untuk senantiasa membuang sampah pada jam-jam yang telah ditetapkan dan pada tempat yang pula telah dipersiapkan. "Kita harapkan kesadaran masyarakat. Kami akui, ada beberapa tempat harus dijaga, baru tak ada yang berani membuang sampah. Padahal itu bukan tempat pembuangan," ujarnya.

Hendra menyampaikan, upaya mengurai sampah di Kota Sagu, tak hanya terfokus pada perkotaan saja. Ada wacana setiap desa memiliki tempat pembuangan. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan camat agar menyiapkan lahan. Karena sampai saat ini memang terkendala pada penyediaan lahan TPS.

"DLH juga sudah menjadi bank sampah induk. Masing-masing OPD sebagai bank sampah unit. Kita minta sampah-sampah yang dihasilkan tiap OPD dikumpulkan dan dipilah dan disumbangkan ke bank sampah yang sudah aktif," kata Hendra.

Camat Tebingtinggi Helfandi MSi mengatakan, persoalan sampah di ibukota Kepulauan Meranti memang menjadi atensi semua pihak. Baik Pemda, DPRD, maupun Pemerintah Kecamatan yang notabenenye bertanggungjawab terhadap kebersihan dan keindahan wajah ibukota.

Jadi, beberapa waktu yang lalu, saat Musrenbang RKPD Kabupaten di Kecamatan Tebingtinggi, isu aktual yang diangkat dan menjadi salah satu usulan prioritas Kecamatan Tebingtinggi adalah terkait penanganan sampah. 

Untuk tindaklanjut hal tersebut, mengingat persoalan sampah di TPS Rumbia dan TPS Gogok kurang maksimal, Kecamatan Tebingtinggi berinisiatif mempersiapkan lokasi TPA dengan kegiatan pengelolaan industri sampah di Desa Sesap. "Ini juga untuk mengantisipasi penanggulangan sampah kedepan, agar tidak terjadi masalah atau konflik dengan masyarakat sekitar TPA," ujar Helfandi.

Ditambahkan, konsep kedepannya, bagaimana pengelolaan sampah di TPA Sesap bisa melibatkan masyarakat setempat melalui kelompok-kelompok masyarakat. Agar sampah bisa dikelola dengan baik, bermanfaat, dan tidak menimbulkan polusi lingkungan. Serta dari sampah itu bisa menjadi berkah. 

"Alhamdulillah kami bersama Kades Sesap sudah meninjau secara langsung lahan. Saya fikir di sana layak dan tanahnya tanah liat, bukan tanah gambut. Namun, untuk kputusan layak atau tidaknya kita serahkan ke Pemda," tambah Helfandi.

Pihak Desa Sesap menyambut baik pembangunan TPA di Sesap. Mereka berharap dengan adanya TPA, masyarakat setempat bisa dilibatkan dalam pengelolaan sampah dan adanya pembangunan infratstruktur penunjang seperti jalan hotmix. 

"Kita sambut baik wacana ini. Kami harap, dengan adanya TPA, infrastruktur penunjang seperti jalan hendaklah dibangun bagus lagi (dihotmix). Kami harap juga warga kami bisa ikut berperan dalam hal pengelolaan sampah," kata Kades Sesap Jumhari. (adv/syafrizal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus