Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Mertua Baru Pulang Salat Subuh Dipukul, Putra Bawa Kabur Emas Senilai Rp 63 Juta

Sabtu, 09 Juni 2018

Kapolres memberikan keterangan pers. (Foto:Tribunpekanbaru)

SIJUNJUNG-Warga Jorong Guguk Naneh, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumbar bernama Putra Hendri diringkus polisi sebab merampok emas mertuanya bernama Warni (65).

Tak hanya membawa kabur emas seberat 46 gram atau seharga Rp63 juta, lelaki 40 tahun tersebut juga nekat memukul kepala mertuanya dengan kayu sepanjang satu meter. Mertua pelaku mengalami luka retak di bagian kiri belakang kepalanya dan harus dilarikan ke RSUP Dr M Djamil Padang, setelah dirujuk dari RSUD Solok.

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir mengatakan, kasus perampokan itu terjadi Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 05.45 WIB. Berawal ketika korban pergi ke masjid untuk menunaikan salat Subuh berjamaah.

Kemudian, pelaku mengintai korban dari belakang. "Setelah korban selesai menunaikan salat Subuh disertai dengan tadarus, korban pun pulang ke rumahnya. Begitu sampai rumah, korban pun kemudian dipukul oleh pelaku ketika korban hendak masuk ke dalam kamar rumahnya," kata Kapolres, Jumat malam.

Korban langsung roboh bersimbah darah dan pelaku lalu merampas emas yang pakai korban. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna merah ke arah Kota Solok.

Setiba di Solok, menurut Kapolres, pelaku yang sudah dijadikan sebagai tersangka itu, lalu merental mobil Daihatsu Terios dengan nomor polisi BA 1518 RJ untuk menjual emasnya ke Kota Padang.

"Pelaku ini rencananya akan menjual emas hasil rampokan tersebut ke Padang. Namun, pelaku berhasil kami tangkap setelah mendapat informasi dari warga tentang keberadaan pelaku," ujarnya.

Pelaku ditangkap di Solok atau 6 jam pascaperampokan yang dilakukan pelaku terhadap mertuanya. Saat ditangkap, pelaku sempat melawan, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan dibagian kakinya.

"Tersangka ini sempat melawan dan tak menghiraukan tembakan peringatan yang dilepaskan petugas sebanyak tiga kali, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas," ungkap Imran.

Kemudian ketika ditanya apa motif pelaku sehingga nekat merampok emas milik mertuanya, Imran pun mengungkapkan bahwa penyidiknya masih menelusuri lebih dalam. "Penyidik masih memeintai keterangan pelaku, dan kami akan dalami apa motif pelaku sehingga nekat merampok emas mertuanya dengan cara kekerasan," ujar Imran. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus